MARKET DATA

Hashim Djojohadikusumo Dapat Jabatan Baru dari Prabowo, Ini Tugasnya

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
12 March 2026 15:58
Hashim Djojohadikusumo
Foto: Dok: PLN

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasonal. Hal ini diungkapkan Menteri Kehutanan Raja Juli Anthony usai rapat terbatas di Istana Negara, Kamis (12/3/2026).

Raja Juli menjelaskan, dalam rapat presiden tengah menyiapkan Keputusan Presiden terkait satgas ini. Keputusan ini dibuat karena banyak kawasan taman nasional yang minim pendanaan.

"Satgas ini nanti akan diketuai oleh pak Hashim Djojohadikusumo. Kemudian saya menjadi wakil beserta wakil yang lainnya adalah Bu Mari Elka Pangestu, ya. Kita akan mencari pendanaan yang inovatif, yang sustain, ya, termasuk melibatkan private sector agar sekali lagi taman nasional kita menjadi taman nasional yang berkelas dunia," kata Raja Juli usai rapat.

Dia menjelaskan, saat ini ada 57 taman nasional di Indonesia yang memiliki pendanaan yang sangat minim. Bahkan operasi Taman Nasional ini selalu berorientasi dengan cost center atau tidak tidak menghasilkan secara komersil.

"Menjadi biaya ya, tidak profit center, dalam pengertian adalah bagaimana mendapatkan uang pendanaan dari ecotourism, dan uang itu dikembalikan untuk memperbaiki taman nasional kita," kata Raja Juli.

Raja Juli juga mengatakan, nantinya ada tiga pilot project yang akan dilakukan Satgas ini. Salah satunya akan diterakpkan di Taman Nasional Way Kambas.

"Duanya lagi sedang kita bicarakan, bisa jadi salah satunya gunung misalnya Rinjani yang juga luar biasa indahnya, namun selama ini mohon maaf belum dikelola dengan maksimal," katanya.

Lebih lanjut, Raja Juli juga mengabarkan terkait isu konflik antara manusia dan gajah di Way Kambas yang terjadi selama bertahun-tahun. Menurutnya presiden memutuskan untuk menyiapkan dana untuk membentengi taman nasional Way Kambas dengan perkampungan desa setempat.

"Sekarang sedang sudah pada tahap uji coba, ya dan studi yang komprehensif, belajar dari pengalaman Afrika, India, dalam mengelola taman nasional mereka. Jadi nanti ada tanggul di beberapa tempat, tapi juga ada pagar dari baja yang sangat kuat," tuturnya.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hashim Ungkap Prabowo Mau Disogok Orang US$ 1 Miliar, Begini Ceritanya


Most Popular
Features