MARKET DATA

Luhut Lapor Prabowo: Dunia sedang menghadapi Perfect Storm

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
12 March 2026 16:02
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas, Rabu (11/3/2026), membahas perkembangan ekonomi global. (Dok. Biro Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. (Dokumentasi Instagram Luhut Binsar Pandjaitan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sebelum acara syukuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Dalam rapat itu dibahas mengenai perkembangan dan strategi menentukan arah kebijakan ekonomi Indonesia di tengah situasi global.



"Saya sampaikan kepada Presiden bahwa dunia sedang menghadapi 'perfect storm'. Eskalasi konflik di Timur Tengah terjadi saat pemulihan ekonomi dunia belum stabil. Dampaknya sangat nyata terhadap rantai pasok energi global dan kita tidak tahu kapan situasi ini mereda," kata Luhut seperti dikutip Instagram pribadinya, Kamis (12/3/2026).

"Ibarat mengemudikan kapal di tengah cuaca ekstrem, setiap keputusan harus diambil dengan presisi agar kita tetap pada jalur yang benar," tambahnya.

Namun Luhut memastikan bahwa pasokan energi seperti BBM dan gas masih cukup di dalam negeri. Meskipun fluktuasi harga energi global masih menghantui.

Untuk itu, eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mengatakan DEN akan terus memantau harga energi global supaya bisa menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya terkendali terhadap APBN.

"Fokus utama kita adalah memastikan guncangan luar tidak menghantam langsung daya beli masyarakat," ujar Luhut..

Di sisi lain, Luhut bercerita, Prabowo memberikan instruksi tegas untuk mempercepat swasembada energi agar kita perlahan lepas dari ketergantungan energi fosil. presiden juga menekankan efisiensi melalui digitalisasi pemerintahan, termasuk pilot project penyaluran bantuan sosial secara digital agar lebih tepat sasaran dan meminimalkan kebocoran anggaran.

"Selain itu, deregulasi melalui penguatan sistem OSS dan implementasi PP Nomor 28 Tahun 2025 menjadi kunci agar iklim usaha kita tetap kompetitif," kata Luhut.

Menurut Luhut, kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan berdasarkan data menjadi penting. Dia mengimbau seluruh jajaran pemerintah harus terus mengantisipasi dinamika global demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Waspada itu perlu, tetapi menjaga optimisme melalui kerja keras dan kekompakan seluruh elemen bangsa itu wajib. Dengan begitu, kita bisa bernavigasi melewati badai tantangan global ini dengan selamat," terangnya.

(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ramai Jadi Sorotan, Apa Itu Family Office yang Diinisiasi Luhut?


Most Popular
Features