MARKET DATA
Internasional

Fenomena Baru Warga Bumi, Ramai-Ramai Orang Buat Bunker karena Perang

sef,  CNBC Indonesia
12 March 2026 12:40
Bunker milik Israel yang digunakan oleh pejabat dan menteri saat berlindung dari serangan. (Dok. The War Zone via Detikcom)
Foto: Bunker milik Israel yang digunakan oleh pejabat dan menteri saat berlindung dari serangan. (Dok. The War Zone via Detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak perang pecah di Timur Tengah 28 Februari, fenomena baru muncul terjadi. Ramai-ramai warga dunia kini meminta dibuatkan bunker.

Setidaknya ini terlihat dari peningkatan permintaan di perusahaan bunker milik Ron Hubbard. Ia mengatakan, telepon tidak berhenti berdering.

Ya, klien asing dan warga AS berbondong-bondong membeli bunker buatannya. Ia mengatakan para klien berusaha mencari perlindungan jika terjadi serangan udara, dampak nuklir atau kiamat.

Dengan AS dan Israel yang membombardir Iran, dan Teheran membalas dengan serangan di seluruh wilayah, Hubbard melihat permintaan produknya melonjak. Sebagian besar dari klien negara-negara Teluk di Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Anda bisa bayangkan berapa banyak orang yang berpikir 'saya berharap saya punya tempat perlindungan bom'," kata Hubbard, 63, dikutip Kamis (12/3/2026).

"Rasa hormat dan permintaan terhadap produk ini benar-benar berada pada titik tertinggi sepanjang masa saat ini, seperti yang belum pernah saya lihat sebelumnya," tambahnya.

"Seorang klien dari Florida menelepon untuk menanyakan tentang tempat perlindungan bom untuk 10 orang."

Berapa Harganya?

Harga bunker beragam. Bunker sederhana di halaman belakang yang menampung empat orang di bawah tanah, efektif melindungi dari ledakan bom dan radiasi ,dihargai sekitar US$25.000.

Model yang lebih canggih, yang dirancang untuk tinggal selama bertahun-tahun, dapat berharga jutaan dolar. Ini tergantung pada berapa banyak makanan, energi, dan air yang disimpan di dalamnya.

"Tergantung apakah mereka bersiap untuk akhir dunia atau kiamat atau mereka hanya bersiap untuk serangan rudal seperti yang kebanyakan dilakukan Israel," kata Hubbard.

Ia mengatakan bunker buatannya dapat dibangun dari beton langsung di lokasi. Ini juga bisa dibuat dari logam di fasilitasnya di kota Sulphur Springs di pedesaan Texas, dan kemudian diangkut ke klien.

"Sebuah tempat perlindungan nuklir hanya perlu sedalam tiga kaki karena tanah dan beton di atas Anda melindungi Anda dari radiasi gamma," jelas Hubbard.

Interior Banker

Banker ini memiliki pintu utama yang tertutup rapat dan ruang de-kontaminasi tempat mandi jika klien berada di lingkungan yang terkontaminasi. Interiornya dapat menyerupai apartemen kecil, dengan ruang tamu dan TV, kamar tidur, dapur, area laundry, dan kamar mandi, tergantung anggaran.

"Beberapa model bahkan menyertakan ruang penyimpanan senjata," tambahnya.

Fasilitas ini terhubung ke sumber daya listrik dan dapat menyimpan serta menyaring air. Jika listrik padam, sistem ventilasi bunker dapat dioperasikan secara manual menggunakan engkol tangan, mirip dengan mobil klasik.

Di halaman pabrik Hubbard, sekitar 20 bunker seperti kontainer baja siap dikirim ke klien di seluruh negeri. Ia mengatakan ada sekitar 40 pesanan baru sedang dalam proses.

"Saya memperkirakan penjualan saya akan melampaui penjualan tiga tahun sebelumnya dalam dua bulan ke depan," kata Hubbard.

"Tetapi mungkin akan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun untuk memproduksi semua bunker yang akan saya jual dalam dua bulan ke depan," tambahnya.

Siapa Saja Kliennya?

Meskipun Hubbard merahasiakan daftar kliennya, beberapa pembeli terkenal, seperti influencer misoginis Andrew Tate dan YouTuber serta filantropis MrBeast, telah secara terbuka mengakui membeli bunker buatannya. Pada tahun 2021, ia berpartisipasi dalam sebuah acara TV yang menampilkan sosialita dan pengusaha Kim Kardashian, di mana ia membangun bunker untuk rumahnya di California.

Menurut Hubbard, raksasa teknologi Mark Zuckerberg juga memesan desain bunker darinya. Bunker itu kemudian dirakit oleh kontraktor lokal.

"Bagi mereka yang mengatakan 'orang Amerika gila membangun tempat perlindungan bom,' mereka tidak lagi mengatakan itu karena mereka melihat bahwa negara seperti Dubai dibom secara terus-menerus setiap hari," kata Hubbard.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Panas! Thailand Ngamuk ke Kamboja, Provinsi Dibombardir Mortir


Most Popular
Features