Peringatan Baru Iran ke Kapal-Kapal Minyak yang Melintasi Selat Hormuz
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Iran memperingatkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz agar meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Peringatan itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran menyusul eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Hal ini dikatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei. Ia meminta kapal tanker dan seluruh aktivitas pelayaran di wilayah tersebut harus berhati-hati selama situasi keamanan masih belum stabil.
"Selama situasinya tidak aman, saya pikir semua kapal tanker, semua navigasi maritim, harus sangat berhati-hati," ujarnya, seperti dikutip CNBC International, Selasa (10/3/2026).
Baghaei juga membela serangan Iran terhadap sejumlah target di kawasan Teluk, yang menurutnya merupakan bentuk pembelaan diri. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pangkalan militer AS di wilayah tersebut sah secara hukum internasional.
Foto: Peta selat hormuz (Tangkapan Layar/cnbc.com) |
"Apa yang kami lakukan terhadap pangkalan dan aset militer milik para agresor terhadap Amerika Serikat di kawasan ini adalah sah menurut hukum internasional," kata Baghaei.
Ketegangan geopolitik tersebut turut mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah dilaporkan melonjak menembus US$100 (sekitar Rp1,69 juta) per barel. Lonjakan ini terjadi setelah jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang menjadi rute utama distribusi minyak dunia, terganggu oleh konflik.
Baghaei juga menegaskan bahwa Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan AS dan Israel. Menurutnya, Teheran telah mempersiapkan berbagai kemungkinan, termasuk skenario terburuk seperti invasi darat.
Di tengah situasi tersebut, Iran juga memasuki babak baru kepemimpinan nasional. Baghaei menyatakan rakyat dan institusi negara akan bersatu di bawah pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, yang baru saja ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas pada hari pertama perang.
"Lembaga negara, rakyat, dan pemerintah semuanya telah menunjukkan bahwa mereka akan bersatu di sekitar kepemimpinan baru," ujarnya.
Ia juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan campur tangan dalam penentuan kepemimpinan Iran. Baghaei menolak keras gagasan tersebut dan menegaskan bahwa hanya rakyat Iran yang berhak menentukan pemimpin serta sistem pemerintahannya tanpa campur tangan pihak luar.
source on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Peta selat hormuz (Tangkapan Layar/cnbc.com)