MARKET DATA
Internasional

Fakta Pemimpin Tertinggi Baru Iran Mojtaba Khamenei: Sosok & Jaringan

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
10 March 2026 04:00
Mojtaba Khamenei. (X/@Iam_Mian)
Foto: Mojtaba Khamenei (X/@Iam_Mian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Majelis Ahli Iran secara resmi telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru untuk menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei. Penunjukan ini dilakukan menyusul tewasnya Ali Khamenei dalam sebuah serangan yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu.

Pemilihan Mojtaba dilakukan melalui pemungutan suara dalam pertemuan rahasia yang digelar oleh Majelis Ahli pada Minggu (08/03/2026). Langkah ini menjadi peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak Revolusi Iran tahun 1979, otoritas tertinggi negara tersebut berpindah secara efektif dari ayah ke anak.

"Ini adalah pertama kalinya sejak Revolusi Iran 1979 bahwa otoritas tertinggi negara secara efektif beralih dari ayah ke putra," tulis laporan NDTV, Senin (09/03/2026).

Sebelum penunjukan permanen ini, Iran sempat mengalami kekosongan kepemimpinan di tengah situasi perang yang berkecamuk. Kekuasaan sempat dialihkan sementara kepada dewan interim yang beranggotakan tiga orang, yakni Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan ulama Alireza Arafi, sebelum akhirnya Majelis Ahli menetapkan penerus tetap.

Lalu bagaimana sosoknya? Apa pula jaringan yang dipegangnya sehingga bisa memimpin Iran?


1.Sosok yang Mendapat Dukungan Garda Revolusi Iran

Proses terpilihnya Mojtaba dilaporkan mendapat dukungan kuat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang merupakan institusi keamanan paling kuat di Iran. Komandan IRGC disebut telah melakukan kontak intensif dengan anggota Majelis Ahli, baik melalui telepon maupun pertemuan langsung, guna memastikan dukungan bagi Mojtaba sebelum pemungutan suara dilakukan.

2.Isu Tidak Wajar & Penuh Tekanan

Pemilihannya disebut tidak wajar dan tanpa tekanan. Sumber mengatakan oposisi hanya diberikan waktu terbatas.

"Beberapa anggota majelis kemudian menggambarkan suasana pertemuan tersebut sebagai hal yang tidak wajar karena adanya tekanan. Pihak oposisi hanya diberikan waktu terbatas untuk menyampaikan argumen mereka sebelum pemungutan suara dilanjutkan," lapor sumber masih mengutip laman yang sama.

Sejumlah anggota majelis bahkan sempat mempertimbangkan untuk memboikot sesi lanjutan karena merasa adanya tekanan berat dari IRGC selama proses pemilihan berlangsung. Namun, setelah keputusan diambil, Garda Revolusi secara terbuka menyatakan sumpah setia mereka kepada pemimpin baru tersebut sebagai simbol kontinuitas rezim.

3.Disebut Figur yang Menjamin Stabilitas


Sebenarnya bagi Garda Revolusi, sosok Mojtaba Khamenei dipandang sebagai figur yang mampu menjamin stabilitas karena ia telah membangun hubungan kuat dengan para komandan IRGC selama puluhan tahun. Ia selama ini bertindak sebagai saluran utama antara lembaga keamanan dan kantor ayahnya, sehingga mampu memberikan kontrol sekaligus legitimasi yang dibutuhkan rezim.

"Garda dilaporkan membutuhkan dua hal setelah kematian Ali Khamenei, kontrol dan legitimasi di dalam rezim. Mojtaba menawarkan keduanya," tulis laporan tersebut lebih lanjut.

4.Tak Pernah Memegang Jabatan Publik & Berada di Balik Layar

Perlu diketahui, sebenarnya Mojtaba Khamenei, tidak pernah memegang jabatan publik, bahkan melalui pemilu. Ia lebih banyak beroperasi di balik layar dalam struktur politik Iran.

Selain itu, pangkat ulama yang disandangnya hanya Hojjatoleslam. Ini berada di bawah level yang secara tradisional dikaitkan dengan kualifikasi untuk memimpin Republik Islam.


5.Mulai Berpengaruh di 2005

Namun pengaruh politiknya mulai terlihat jelas pada pemilihan presiden tahun 2005, di mana rival politiknya menuduh Mojtaba membantu merekayasa kemenangan Mahmoud Ahmadinejad. Ia juga dikaitkan dengan upaya pasukan keamanan dalam menumpas gerakan oposisi selama protes besar-besaran yang mengikuti pemilu tahun 2009.

"Seiring berjalannya waktu, Mojtaba membangun koneksi yang kuat dengan badan-badan keamanan, ulama konservatif, dan jaringan politik di sekitar kantor ayahnya," jelas laporan itu.

6.Pegang Jaringan "Bayt"

Kekuatan utama Mojtaba berasal dari struktur di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi yang dikenal sebagai "Bayt". Institusi ini merupakan pusat yang menghubungkan semua jaringan, baik badan keamanan, lembaga keagamaan, yayasan ekonomi, hingga organisasi politik, yang memungkinkan Pemimpin Tertinggi mengawasi keputusan-keputusan penting di seluruh penjuru negara.

Sistem ini dilaporkan menciptakan struktur otoritas paralel yang memantau kementerian, mengendalikan pasukan keamanan, dan memengaruhi penunjukan politik. Karena telah bekerja erat di dalam sistem tersebut selama bertahun-tahun, Mojtaba memasuki proses suksesi dengan dukungan solid dari orang-orang dalam yang memiliki kekuatan besar di Iran.

(tps/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siapa Mojtaba Khamenei, Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Baru Iran?


Most Popular
Features