MARKET DATA

Potensi Harga BBM Naik Imbas Perang Iran, Purbaya Bilang Begini

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
06 March 2026 22:17
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jika harga minyak dunia melonjak terlalu tinggi dan membebani APBN.

Purbaya menjelaskan dari hasil perhitungan saat ini, tekanan harga minyak yang berpotensi memperlebar defisit APBN adalah senilai US$ 92 per barel, dari harga normal yang diperhitungkan dalam APBN sekitar US$ 60 per barel.

"Kita sudah exercise kalau harga minyak setahun rata-rata US$ 92 maka defisitnya 3,6% PDB, itu kita akan lakukan langkah-langkah supaya tidak terjadi di situ," kata Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Namun, Purbaya mengatakan bahwa pemerintah sudah berpengalaman dalam menghadapi tekanan harga minyak sampai di atas US$ 100 per barel. Bahkan, saat harga minyak dunia di level US$ 150 per barel, ekonomi RI masih berdaya tahan.

"Kita pernah lewati keadaan harga minyak sampai US$ 150 per barel, jatuh enggak ekonominya? angkanya melamabat tapi enggak jatuh, jadi kita punya pengalaman," tutur Purbaya.

Kendati demikian, jika di masa depan kenaikan harga minyak dunia memberikan tekanan terhadap APBN terlalu besar, Purbaya akan membuka opsi kenaikan BBM sebagai opsi terakhir.

"Kalau emang anggarannya gak kuat sekali. Gak ada jalan lain. Kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM. Kalau emang valuenya tinggi sekarang, anggarannya gak tangguh lagi,"ujarnya.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 394.000 Kendaraan Gak Bisa Lagi Isi BBM Subsidi, Ini Alasannya


Most Popular
Features