Insentif Mobil Listrik Bakal Lanjut? Begini Kata Purbaya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan opsi melanjutkan insentif mobil listrik. Menurutnya, insentif dapat diberikan jika dampaknya terhadap defisit anggaran terkendali.
"Saya hitung lagi, kalau bagus kita kasih," ujar Purbaya dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).
Purbaya menjelaskan, untuk saat ini pemerintah masih perlu berhati-hati terhadap sejumlah tekanan terhadap APBN yang dapat melebarkan defisit. Termasuk dari potensi kenaikan beban subsidi energi dan ketidakpstian kinerja ekspor yang dapat terganggu.
"Bisa aja (berikan insentif) tapidefisitnya melebar jadi kita hitung berapa dampak kedefisitnya kita musti harus hati-hati karena ada tekanan daribbm dari ekspor juga mungkin terganggu," ujarnya.
Maka dari itu, pihaknya akan menghitung kembali dampak pemberian subsidi mobil listrik terhadap defisit APBN.
"Jadi kita akan hitung seberapa besar dampaknya ke defisit kita kalau gak terlalu besar ya gapapa," ujarnya.
Pada Januari lalu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita engatakan bahwa usulan mengenai insentif kendaraan bermotor telah diberikan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia pun memastikan skema stimulus yang diusulkan kali ini tidak lagi bersifat umum, melainkan jauh lebih terperinci dibandingkan periode pandemi Covid-19.
"Soal otomotif usulan insentif stimulus yang sudah kami kirim ke Pak Menkeu. Ada spill sedikit lah, ada perbedaan. Di sini kita akan kenakan, di sini yang kita usulkan itu lebih detail, lebih detail dibandingkan dengan periode kita menghadapi Covid yang lalu, dari segmen, dari teknologi, dari sisi TKDN, bobot TKDN dan sebagainya itu kita buat lebih detail," ujar Agus pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
Khusus untuk kendaraan listrik, Agus menegaskan fokus pemerintah adalah mendorong pembeli pertama agar adopsi electric vehicle (EV) makin luas.
"Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan," jelasnya.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]