Gaikindo Ungkap Jurus Penting Turunkan Impor Bensin
Jakarta, CNBC Indonesia - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menilai campuran bioetanol pada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin cukup penting direalisasikan. Pasalnya, hal ini dapat menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin.
Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan mayoritas kendaraan transportasi di Indonesia menggunakan bensin. Hal ini lantas membuat kebutuhan impor bensin Indonesia masih sangat besar.
Ia pun mengaku tak kaget, besarnya jumlah kendaraan berbahan bakar bensin membuat impor bensin Indonesia mencapai sekitar 28 juta kiloliter per tahun.
"Bauran itu perlu dan jangan lupa banyak pengguna kendaraan transportasi itu adalah bensin. Jadi enggak kaget kalau 28 juta impornya. Nah ini masalah yang dihadapi juga sama, jadi penyediaan etanolnya, etanolnya kembali kemudian feedstock-nya," kata Kukuh dalam acara Energy Forum CNBC Indonesia, dikutip Jumat (6/3/2026).
Kukuh mengatakan saat ini Indonesia sudah mulai menerapkan campuran bioetanol sebesar 5% atau E5. Ke depan, pemerintah juga berencana meningkatkan campuran tersebut menjadi E10.
Meski begitu, hasil kajian GAIKINDO menunjukkan bahwa kendaraan yang beredar di Indonesia sebenarnya sudah mampu menggunakan campuran bioetanol hingga E20.
"Produk-produk yang ada itu sudah sampai E20 walaupun belum resmi Pak, tapi kalau sampai E10 sudah resmi. Dan menarik lagi, tadi Pak Eddy menyinggung soal Brasil, engine-nya buatan kerawang Pak yang dipakai di Brasil," katanya.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]