MARKET DATA

Bangun Smelter Terintegrasi, MIND ID Bisa Tekan Impor Aluminium RI

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
06 March 2026 17:59
Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Herry Permana saat menyampaikan pemaparan dalam Mining Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (6/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Herry Permana saat menyampaikan pemaparan dalam Mining Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (6/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batu Bara Kemenko Perekonomian Herry Permana mengungkapkan hilirisasi yang gencar dilakukan dalam beberapa tahun belakangan ini bisa menekan impor Indonesia. Dia menegaskan hilirisasi berkaitan dengan tata kelola sumber daya alam bisa memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Dia mencontohkan, hilirisasi bauksit-alumunium yang dilakukan oleh MIND ID melalui Inalum dan Antam di Mempawah, Kalimantan Barat, dan sudah peletakan batu pertama.

"Artinya karena keutuhan aluminum kita tinggi untuk mengurangi import, agar industri bisa berkembang dalam negeri memang tidak mudah tapi harus kita lakukan," ungkap Herry dalam CNBC Indonesia Mining Forum 2026, Jumat (6/3/2026).

Dia menegaskan, jika hilirisasi tidak dilakukaan sekarang, di tengah kondisi global yang cukup menggairahkan, maka bisa kehilangan kesempatan. Kondisi ini juga bisa menjadi modal bagi pemerintah bergerak lebih cepat mendorong hiliriasasi.

"Tidak ada pilihan lain agar SDA bisa dioptimalkan, misalnya batu bara harus ada hirilirasi. Kalau tidak sama saja kita jual barang mentah, walaupun butuh waktu tapi poinnya kita harus berikan nilai tambah," kata Herry.

Sebagai informasi, di awal Februari 2026, MIND ID mulai membangun proyek hilirisasi bauksit-aluminium terintegrasi di Mempawah, Kalimantan Barat. Hal ini ditandai dengan acara peresmian peletakan batu pertama alias groundbreaking proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan smelter kedua aluminium PT Inalum pada Jumat (6/2/2026).

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, groundbreaking ini menandai terciptanya rantai pasok industri yang utuh untuk industri aluminium. Fasilitas ini bukan produksi semata tapi sebagai ekosistem industri nasional terintegrasi, mencakup bahan baku, energi, infrastruktur, hingga SDM.

Dia membeberkan, total investasi dari proyek terintegrasi ini, termasuk proyek SGAR Fase 1 yang telah beroperasi, SGAR Fase 2, smelter aluminium kedua Inalum, dan pembangkit listrik di Mempawah, Kalimantan Barat ini diperkirakan mencapai Rp 104,5 triliun.

"Pembangunan dan operasi fasilitas dan peleburan alumina merupakan program strategis nilai investasi Rp 104,55 triliun atau setara dengan US$ 6,23 miliar," ungkapnya.

(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perkuat Rantai Pasok Hilirisasi, Indonesia Gencar Optimalkan Bauksit


Most Popular
Features