Pemerintah Terus Upayakan Hilirisasi Batu Bara
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengupayakan terlaksananya program hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Untuk mendorong terlaksananya proyek pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) itu, pemerintah sudah membentuk Satgas Hilirisasi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Sesditjen Minerba), Siti Sumilah Rita Susilawati menyampaikan, bahwa salah satu alasan penyesuaian produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 untuk bisa memastikan suplai ke smelter bisa terpenuhi. Tak terkecuali batu bara.
Karena saat ini pemerintah sedang mengupayakan hilirisasi batu bara bisa terlaksana. "Batu bara ini masih PR karena belum ada yang berjalan optimal. Pemerintah upayakan hilirisasi batu bara berjalan lancar salah satunya dengan Satgas Hilirisasi," terang Rita dalam Mining Forum CNBC Indonesia, "Apa Kabar Industri Tambang RI?", Jumat (6/3/2026).
Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto memiliki 18 proyek hilirisasi dengan nilai investasi US$ 38,63 miliar atau setara dengan Rp 618,13 triliun. Terbesar, investasi itu akan dibangun pada proyek industri batu bara jadi dimethyl ether (DME) dan proyek kilang minyak.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang sekaligus Ketua Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, mengungkapkan dari 18 proyek tersebut, terdiri dari delapan proyek hilirisasi di sektor mineral dan batu bara, dua proyek tentang transisi energi, dua proyek ketahanan energi, tiga proyek hilirisasi pertanian, serta tiga proyek hilirisasi kelautan dan perikanan.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]