MARKET DATA
Internasional

Perang Arab Makin Ngeri, Inggris Kirim Jet Tempur ke Timur Tengah

sef,  CNBC Indonesia
06 March 2026 05:50
Jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Kerajaan mengawal sebuah pesawat angkut, di atas Rumania timur, Jumat, 27 April 2018. Skuadron Inggris yang terdiri dari empat jet tempur dan 160 personel menerima sertifikasi resmi untuk misi polisi udara yang diperkuat di perbatasan timur NATO di Mihail Pangkalan udara Kogalniceanu, dekat kota pelabuhan Constanta di Laut Hitam. (File Foto - AP Photo/Vadim Ghirda)
Foto: Jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Kerajaan Inggris (File Foto - AP/Vadim Ghirda)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris mengirimkan jet tempur tambahan ke Qatar di tengah meluasnya perang di Timur Tengah. Hal ini diumumkan Perdana Menteri (PM) Keir Starmer Kamis waktu setempat, saat menteri pertahanannya mengunjungi Siprus.

"Keempat pesawat Typhoon akan bergabung dengan skuadron Inggris yang sudah ada di negara Teluk untuk memperkuat operasi pertahanan kami di Qatar dan di seluruh wilayah," kata Starmer kepada wartawan, dimuat AFP, Jumat (6/3/2026).


Pengumuman juga disampaikan setelah Menteri Pertahanan Inggris John Healey tiba di Siprus menyusul serangan pesawat tak berawak terhadap pangkalan udara Inggris di pulau Mediterania tersebut awal pekan ini. Sebuah pesawat tak berawak buatan Iran menyerang hanggar di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) di Akrotiri pada hari Senin.

Dua pesawat tak berawak lainnya juga terdeteksi pada hari itu. Inggris melakukan upaya pencegahan dengan menembak jatuh.

"Seiring perubahan situasi dalam konflik apa pun, Anda harus bersedia menyesuaikan tindakan yang Anda ambil," katanya memperkuat pertahanan udara imperium Britania itu, mendukung keamanan bersamanya, kepada Sky News.

"Serangan Iran semakin tidak pandang bulu," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Partai Buruh Inggris telah menghadapi kritik dari otoritas Siprus atas tanggapannya terhadap serangan tersebut. Rabu, Komisaris Tinggi Siprus untuk Inggris Kyriacos Kouros mengatakan bahwa warga Siprus "kecewa" dengan tingkat berbagi informasi dengan penduduk.

"Katakanlah orang-orang kecewa, orang-orang takut, orang-orang bisa mengharapkan lebih banyak," katanya kepada program Newsnight BBC.

Sementara itu, Starmer mengatakan dalam konferensi pers pada hari Kamis bahwa dua helikopter Wildcat yang dipersenjatai dengan rudal Martlet yang dapat menembak jatuh drone, akan tiba di Siprus pada hari Jumat ini. Ia telah mengumumkan pengerahan mereka pada hari Selasa, menambahkan bahwa ia juga mengirimkan "helikopter dengan kemampuan anti-drone" sebagai bagian dari "operasi pertahanan" Inggris di wilayah tersebut.

Starmer juga telah mengerahkan HMS Dragon, kapal perusak pertahanan udara Tipe 45 yang mampu meluncurkan delapan rudal dalam waktu kurang dari 10 detik dan memandu hingga 16 rudal secara bersamaan. Namun, menurut para pejabat, kapal tersebut baru akan berlayar minggu depan.

Starmer awalnya menolak untuk berperan dalam perang AS-Israel dengan Iran. Tetapi kemudian menyetujui permintaan AS untuk menggunakan dua pangkalan militer Inggris untuk "tujuan pertahanan spesifik dan terbatas".

Pangkalan-pangkalan tersebut berada di Gloucestershire, Inggris bagian barat, dan pangkalan Diego Garcia Inggris-AS di Samudra Hindia. Starmer bersikeras bahwa pangkalan Akrotiri tidak digunakan oleh pesawat pengebom AS.

Serangan pesawat tak berawak pada hari Senin di sana menyebabkan kerusakan minimal dan tidak ada korban jiwa, kata para pejabat Inggris. Keluarga personel militer telah dipindahkan dari pangkalan sebagai tindakan pencegahan.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 'Perang' di Arab! Israel Makin Merajalela, Serang 2 Negara Arab


Most Popular
Features