Toko Kelontong Tumbang Diklaim karena Ritel Modern, Mendag Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah merespons keluhan pedagang kaki lima yang mengaku omzet warung kelontong menurun hingga memicu penutupan sejumlah pasar tradisional akibat ekspansi ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan, pemerintah sejak lama telah menyiapkan skema kemitraan antara ritel modern dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjaga keseimbangan usaha di sektor ritel.
Menurutnya, skema tersebut telah diterapkan sejak sekitar 2015 dan dimaksudkan agar toko kelontong tetap dapat memperoleh pasokan barang serta dukungan usaha dari jaringan ritel modern.
"Kan dulu ketika Alfamart Indomaret ada tahun 2015-an, kita bikin namanya pola kemitraan. Pola kemitraan itu nanti kerja sama antara distributornya Alfamart Indomaret itu memasok toko kelontong. Kan sudah jalan dari tahun 2015. Nah itu pembinaan terus dilakukan," kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut kini tidak hanya berkutat pada distribusi barang. Ritel modern juga memberikan pembinaan kepada pelaku usaha kecil dalam berbagai aspek, termasuk pengelolaan usaha hingga penataan produk di toko.
"Sekarang tidak sekadar bagaimana memasok, tapi bahkan manajemennya terus tampilan produknya itu selalu dibantu oleh retail modern. Jadi sebenarnya pola kerjasama dengan UMKM itu berjalan terus," ujarnya.
Budi menilai, turunnya omzet warung kelontong belum tentu semata-mata dipicu oleh keberadaan ritel modern. Ia menegaskan program kemitraan yang selama ini dijalankan dinilai berjalan baik.
Foto: Kondisi warung Kelontong di Jalan Sabang, Jakarta, (Kamis 23/5) yang dijarah saat bentrokan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Kondisi warung Kelontong di Jalan Sabang, Jakarta, Kamis 23/5. Bawang-barang yang dijarah seperti rokok minuman ludes habis diambil massa saat rusuh malam hingga dini hari tadi. Selain diambil dagangannya massa juga merusak toko kelontongan seperti kulkas dan pintu-pintu warung. Raja 50tahun mengatakan alami kerugian bisa sampai 50 juta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) |
"Saya pikir ini ya, karena selama ini sebenarnya nggak ada masalah, berjalan aja dengan baik. Program pola kemitraan itu," terang dia.
Namun di sisi lain, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menilai ekspansi ritel modern telah memberi tekanan besar terhadap keberlangsungan warung kelontong. Jaringan minimarket yang terus bertambah hingga ke desa-desa disebut berdampak pada penurunan omzet hingga kebangkrutan usaha kecil.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Ali Mahsun Atmo mengatakan masifnya gerai ritel modern telah mengancam eksistensi toko kelontong. Jika satu gerai ritel modern bertambah, maka dapat membunuh 20 hingga 50 toko kelontong.
"Keberadaan ritel modern ini membuat toko kelontong makin menyusut, juga omset turun terus, sampai bangkrut. Satu ritel modern itu membunuh 20 sampai 50 toko kelontong," kata Ali Mahsun saat dihubungi CNBC Indonesia, Sabtu (28/2/2026).
(wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Kondisi warung Kelontong di Jalan Sabang, Jakarta, (Kamis 23/5) yang dijarah saat bentrokan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)