MARKET DATA

Demi Bertahan dari Ancaman Perang Dunia, Prabowo Minta Ini ke Bahlil

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
05 March 2026 09:35
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wakil Presiden RI. (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wakil Presiden RI. (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak atau storage untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi dalam negeri. Hal ini dilakukan guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung agar pembangunan fasilitas penyimpanan minyak atau storage tersebut segera dipercepat.

"Saya udah melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera bangun. Supaya apa? Ini kan kita butuh survival. Kalau kita bicara survival, kita harus mampu betul-betul melihat inti masalah dan segera menyelesaikannya. Kalau enggak kita tergantung terus," ujar Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, dikutip Kamis (5/3/2026).

Menurut dia, percepatan pembangunan tangki penyimpanan minyak merupakan startegi utama guna memperkuat cadangan energi domestik. Ia pun memastikan investasi untuk pembangunan fasilitas ini sudah tersedia dan investor juga siap mendukung proyek tersebut.

Menurut Bahlil, tangki yang akan dibangun difokuskan untuk menyimpan minyak mentah (crude oil). Adapun, jika cadangan minyak mentah tersedia, maka proses pengolahan menjadi BBM dapat dilakukan melalui kilang yang ada.

"Kalau memang itu dibutuhkan untuk kita bangun untuk BBM jadinya, itu kan di kilang sebenarnya. Tinggal kita meminta kepada kilang-kilang Pertamina menambah tangki-tangkinya," kata Bahlil.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merencanakan pembangunan kilang dan tangki penyimpanan minyak (oil storage) di berbagai wilayah. Mulai dari Lhokseumawe Aceh hingga Fakfak Papua Barat.

Hal ini menyusul diserahkannya 18 dokumen pra feasibility study (pra-FS) terkait proyek hilirisasi dari Tim Satgas Hilirisasi yang diketuai oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.

Berdasarkan bahan paparan Kementerian ESDM, proyek ini masuk dalam daftar prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional dengan investasi mencapai Rp 232 triliun. Terdiri dari proyek kilang senilai Rp 160 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 44.000 tenaga kerja, dan proyek tangki minyak senilai Rp 72 triliun dengan serapan tenaga kerja 6.960.

Adapun, proyek pembangunan kilang dan tangki minyak nantinya akan tersebar di 18 wilayah. Seperti Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, Fakfak.

(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Lapor ke Prabowo, Dari Listrik Desa Hingga Setop Impor Solar


Most Popular
Features