MARKET DATA

Amran Sempat Dipanggil Prabowo saat Perang Arab Meletus, Ada Apa?

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
03 March 2026 15:10
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat melepas ekspor unggas dan produk turunannya di Lapangan Parkir Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat melepas ekspor unggas dan produk turunannya di Lapangan Parkir Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional tetap aman di tengah memanasnya perang Israel-Amerika Serikat (AS) melawan Iran. Ia menegaskan, stok dan produksi dalam negeri dalam posisi terkendali meski situasi geopolitik global tidak menentu.

"Saya baru habis keliling (Indonesia), ngecek, memastikan bahwa produksi beras kita aman. Kita harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan baku bisa naik, seperti pupuk. Makanya kita antisipasi pangan kita cukup, protein kita cukup. Indonesia aman," ujar Amran dalam Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Amran mengatakan, isu ketahanan pangan ini menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan, dirinya sempat ditanya soal ketersediaan pangan nasional.

"Saya sempat ditanya Pak Presiden, pangan kita lebih dari cukup. Ingat pangan yang menjadi sangat inti, pangan kita untuk Indonesia (adalah) karbohidrat dan beras," katanya.

Meski demikian, Amran tidak menampik bahwa konflik di Timur Tengah tetap membawa dampak terhadap Indonesia.

"Iya, pasti ada pengaruhnya, tetapi kita berdoa supaya kita damai-damai saja. Kita doakan supaya antara Israel dengan Iran, Amerika, ada perdamaian, ada kesepakatan. Karena damai itu adalah indah," sebut dia.

Namun dari sisi ketersediaan pangan pokok, ia menegaskan Indonesia berada dalam posisi kuat. Beras sebagai komoditas utama konsumsi masyarakat disebut dalam kondisi melimpah.

"Sekarang stok kita yang inti adalah beras kita dominan. Besok insyaallah 3,7 juta ton, tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri," ungkap Amran.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat melepas ekspor unggas dan produk turunannya di Lapangan Parkir Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat melepas ekspor unggas dan produk turunannya di Lapangan Parkir Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat melepas ekspor unggas dan produk turunannya di Lapangan Parkir Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Ia bahkan membeberkan angka terbaru hasil pengecekan pagi hari. "Tadi pagi saya cek 3,67 juta ton beras. Perkiraan itu di April, ada 5 juta ton tanpa impor. Gudangnya hanya 3 juta ton kapasitasnya. Kami mita sewa gudang 2 juta ton untuk antisipasi beras yang masuk nggak ada tempat," jelasnya.

Amran menuturkan, struktur konsumsi pangan Indonesia juga relatif fleksibel karena memiliki banyak alternatif pengganti.

"Pangan itu beras yang menjadi inti dari kita, kalau yang lain kita masih bisa cari subtitusinya. Kalau nggak ada daging bisa telur, kalau nggak ada telur bisa ikan. Kalau karbohidrat kita bisa subtitusi ke ubi dan singkong untuk pangan orang Indonesia. Dan pangan beras yang lainya sayuran dan lainnya garam," terang dia.

Ia menegaskan, swasembada sejumlah komoditas utama menjadi fondasi ketahanan pangan nasional saat ini.

"Swasembada beras kita sudah dominan, apalagi ada telur, ada ayam, jagung. Aman sudah," tegasnya.

(wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Prabowo Ganti Kepala Bapanas dengan Mentan Amran Sulaiman


Most Popular
Features