MARKET DATA
Internasional

Ada "Epstein Files" Dibalik Trump Kerahkan AS-Israel Serang Iran

sef,  CNBC Indonesia
03 March 2026 10:00
Presiden Donald Trump berfoto bersama Epstein yang ditemukan dalam rumah Epstein. (Dok. epsteinsimages)
Foto: Presiden Donald Trump berfoto bersama Epstein yang ditemukan dalam rumah Epstein. (Dok. epsteinsimages)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) tiba-tiba memperingatkan Presiden Donald Trump soal Epstein Files alias Berkas Epstein. Ini merujuk pada dokumen-dokumen yang dikeluarkan Kementerian Hukum AS (DOJ), terkait pelaku pelecehan seksual dan perdagangan wanita Jeffrey Epstein, yang selama ini memasukkan Trump di lingkaran kasusnya.

Anggota parlemen Republik memperingatkan Trump bahwa serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran "tidak akan menghilangkan berkas Epstein". Anggota DPR dari Partai Republik Kentucky, Thomas Massie, yang memimpin pengesahan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein melalui Kongres tahun lalu, mengatakan bahwa tindakan di luar negeri tidak dapat digunakan sebagai "kedok untuk mengaburkan pengungkapan dalam berkas tersebut".

"Pesan Penting: Membom negara di belahan dunia lain tidak akan membuat berkas Epstein hilang, sama seperti indeks Dow Jones yang naik di atas 50.000 tidak akan," tulis Massie di akun X sebagaimana dimuat The Independent, dikutip Selasa (3/3/2026).

Ia bukan satu-satunya orang yang menghubungkan kasus Epstein dengan perang Trump di Iran. Komedian, James Austin Johnson juga tampil sebagai karakter Trump di Saturday Night Live, memparodikan video Truth Social sang presiden saat pertama kali mengumumkan operasi tersebut.

"Saya melancarkan serangan ini setelah saya dan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) saya memutuskan bahwa kami bosan dengan perdamaian," ujarnya.

"Seperti yang kita semua tahu, Iran telah dua minggu lagi dari mengembangkan senjata nuklir selama sekitar 15 tahun terakhir atau lebih, jadi kita harus bertindak sekarang. Perang, apa gunanya? Mengalihkan perhatian dari kasus Epstein!" Tambahnya.

Sebelumnya, mantan pendukungnya di Kongres Make America Great Again (MAGA), Marjorie Taylor Greene, melancarkan serangan panjang terhadap Trump pada hari Sabtu. Perangnya, ujar sosok yang keluar dari lingkaran Trump tahun lalu tersebut, menunjukkan bahwa Trump lebih mengejar misi perubahan rezim di luar negeri daripada berpegang pada prinsip dalam negeri.

"Selama bertahun-tahun kami menuntut untuk merilis berkas Epstein, menuntut transparansi dan keadilan bagi ribuan korban, perempuan dan anak-anak, oleh orang-orang terkaya dan paling berkuasa di dunia dan kami harus melawan Trump sendiri untuk melakukannya, bahkan setelah kami semua berkampanye tentang hal itu," tulisnya.

"Dan tidak satu pun orang yang ditangkap dan kemungkinan tidak akan ditangkap, tidak ada pertanggungjawaban, tidak ada keadilan. Sebaliknya, kita mendapatkan perang dengan Iran atas nama Israel yang akan berhasil menggulingkan rezim di Iran. Perang asing lainnya untuk orang asing untuk perubahan rezim asing. Untuk apa?," ujarnya lagi.

Simpati ke Rakyat Iran

Sementara itu, politisi AS lain, senator Rand Paul, menyatakan simpati kepada rakyat Iran. Ia bahkan mengutip kalimat mantan presiden AS, John Quincy Adams.

"Amerika tidak pergi ke luar negeri untuk mencari monster yang akan dihancurkan," tulis Paul, menggemakan Adams.

"Ia adalah pendukung kebebasan dan kemerdekaan semua orang. Ia hanya menjadi pembela dan penentang bagi bangsanya sendiri," tegasnya.

"Konstitusi memberikan kekuasaan untuk menyatakan atau memulai perang kepada Kongres karena suatu alasan, untuk mengurangi kemungkinan terjadinya perang," tambahnya.

"Seperti halnya semua perang, naluri pertama dan paling murni adalah mendoakan keselamatan dan keberhasilan tentara Amerika dalam misi mereka. Tetapi sumpah jabatan saya adalah kepada Konstitusi, jadi dengan cermat, saya harus menentang perang presiden lainnya."

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mengenal Epstein Files, Skandal Seks yang Buat Trump Terancam


Most Popular
Features