China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel
Jakarta, CNBC Indonesia - China secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Iran untuk membela kedaulatan dan hak bela diri di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sikap ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin, Wang menegaskan bahwa Beijing mendukung Teheran dalam membela diri dari serangan Amerika dan Israel. Sebelumnya satu warga China dilaporkan tewas di iran karena serangan AS dan Israel.
"China menghargai persahabatan tradisional antara China dan Iran, mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingannya yang sah," kata Wang, dikutip media pemerintah China, CCTV, Selasa (3/3/2026).
Wang juga menegaskan bahwa China telah mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas di kawasan.
Dalam percakapan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, Wang menuduh Washington dan Tel Aviv telah melanggar tujuan serta prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan sengaja memicu perang melawan Iran.
"China juga bersedia memainkan peran konstruktif, termasuk menegakkan keadilan, berupaya mencapai perdamaian, dan menghentikan perang melalui platform Dewan Keamanan PBB," ujar Wang kepada Albusaidi, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam pembicaraan antara Iran dan AS.
Dalam komunikasi lainnya dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, Wang memperingatkan risiko dunia kembali ke "hukum rimba" jika negara-negara besar bertindak sepihak.
"Negara-negara besar tidak dapat secara sewenang-wenang menyerang negara lain hanya berdasarkan keunggulan militer mereka," kata Wang juga menekankan bahwa isu nuklir Iran pada akhirnya harus dikembalikan ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik.
Pernyataan Wang tersebut muncul setelah ratusan orang dilaporkan tewas di Iran sejak Sabtu, menyusul serangan AS dan Israel terhadap puluhan target di negara itu. Iran kemudian merespons dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel, negara-negara Teluk, serta pangkalan militer Inggris di Siprus.
Hingga kini, empat personel militer AS dilaporkan tewas. Sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa perang dengan Iran berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu.
source on Google [Gambas:Video CNBC]