MARKET DATA

Airlangga Bilang Perang Iran Bakal Ganggu Logistik-Pariwisata RI

chd,  CNBC Indonesia
02 March 2026 14:38
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan laporan dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan laporan dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kenaikan harga minyak dunia tidak bisa dihindari setelah pecahnya perang Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel.

Airlangga mengatakan pasokan minyak pasti terganggu karena Selat Hormuz ditutup, belum pergulatan di Laut Merah. Semua akan bergantung pada durasi dari pertempuran ini.

"Otomatis akan naik sama seperti saat perang Ukraine kan naik. Tetapi kan kali ini supply dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya," kata Airlangga, Senin (2/3/2026).

Dengan demikian, kenaikan harga minyak tidak bisa dihindari. Untuk Indonesia, Airlangga mengungkapkan pemerintah sudah mengamankan pasokan minyak dari negara di luar Timur Tengah, salah satunya melalui nota kesepahaman (MoU) Pertamina dan perusahaan minyak Amerika Serikat (AS), Exxon dan Chevron.

Ketika ditanya apa Indonesia akan mengambil dari Rusia, Airlangga hanya mengatakan pemerintah akan memonitor kesediaan minyak dari produsen yang bisa melakukan ekspor.

"Ya tentu kita monitor mana yang tersedia dan mana yang bisa diimpor," ujarnya.

Selain harga minyak, Airlangga juga menyoroti dampak dari transportasi dan logistik bagi Indonesia. Kemudian, dampak lainnya adalah terganggunya pariwisata karena turis dari Timur Tengah akan berkurang.

"Ya pertama yang terganggu kan pasti supply minyak. Yang kedua transportasi logistik. Dan yang ketiga tentunya kita melihat turisme akan sangat terganggu," paparnya.

Adapun, efeknya ke ekspor Indonesia, Airlangga tidak dapat memastikan. Dampaknya ke ekspor RI akan bergantung pada durasi perang. Pemerintah, menurutnya, akan terus memonitor perkembangan perang di Timur Tengah tersebut.

"Ya kalau negara tergantung juga berapa lama. Balik lagi kita monitor aja bahwa perang ini lama atau perang 12 hari atau perang berapa jauh," katanya.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Raja Salman Boncos! Laba Raksasa Minyak Longsor-11 Kali Berturut-Turut


Most Popular
Features