Perang Arab Dimulai! AS Resmi Serang Iran-Ledakan Besar di Bahrain
Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi di Timur Tengah semakin memanas. Laporan terbaru menyebutkan serangkaian ledakan terdengar di Bahrain pada Sabtu (28/2/2026), memicu kepanikan di wilayah tersebut.
Melansir Al Jazeera, ledakan tersebut terjadi tak lama setelah otoritas keamanan setempat meningkatkan status kewaspadaan. Hingga saat ini, belum ada rincian resmi mengenai titik persis ledakan atau jumlah korban jiwa yang jatuh akibat insiden tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain sendiri telah mengeluarkan peringatan darurat melalui pesan singkat ke ponsel warga. Pemerintah mendesak seluruh masyarakat untuk segera menghentikan aktivitas dan menuju lokasi aman atau tempat perlindungan terdekat.
Foto: (via REUTERS/WANA)Asap mengepul setelah ledakan di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). (via REUTERS/WANA) |
"Sirene dibunyikan karena adanya bahaya. Warga diharapkan tetap tenang dan mengikuti instruksi keselamatan resmi," tulis pernyataan kementerian tersebut sebagaimana dilaporkan oleh AFP.
Peningkatan eskalasi ini terjadi di tengah serangan AS ke wilayah Iran. Bahrain diketahui merupakan markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat (AS).
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa serangan udara dan rudal AS telah menghantam beberapa kota besar, termasuk ibu kota Teheran. Suara ledakan keras dilaporkan terdengar di pusat kota, dengan kepulan asap hitam terlihat membubung tinggi di dekat kawasan Universitas Teheran dan distrik Jomhouri.
Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan resminya, menyatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan rudal dan militer Iran yang dianggap sebagai ancaman eksistensial. Selain Teheran, serangan juga dilaporkan menyasar kota-kota lain seperti Isfahan dan Karaj, yang dikenal sebagai pusat instalasi penting Iran.
Sejauh ini, otoritas Iran telah menutup seluruh ruang udaranya untuk penerbangan sipil dan memperingatkan akan adanya "balasan yang setimpal" atas agresi tersebut.
(tps) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: (via REUTERS/WANA)