Video:Baja China Kuasai 55% Pasar Dalam Negeri, Pengusaha Lokal Teriak
Jakarta CNBC Indonesia- Kelebihan produksi dari China yang membanjiri pasar baja global termasuk Indonesia menjadi tantangan bagi Industri baja nasional.
Presiden Direktur PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), Handaja Susanto mengatakan perang dagang AS-China membuat baja Tiongkok terhambat untuk mengalir ke Negeri Paman Sam, imbasnya Asia Tenggara termasuk Indonesia menjadi pasar limpahan. Tercatat sekitar 55% baja yang beredar di Indonesia berasal dari China.
Subsidi yang diberikan pemerintah China membuat produk baja asal Tiongkok memiliki harga yang murah, akibatnya di pasar lokal dan ekspor produk baja negara lain seperti Indonesia menjadi sulit bersaing.
Industri lokal berharap pemerintah serius menangani persoalan gempuran baja China termasuk penerapan aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) karena banyak baja Tiongkok yang tidak memenuhi standar SNI. Selain itu pengusaha berharap adanya penerapan anti dumping dan safeguard untuk melindungi produk lokal.
Seperti apa tekanan yang yang dialami industri baja RI?Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Presiden Direktur PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), Handaja Susanto dalam Manufacture Check CNBC Indonesia, Jum'at (27/02/20260
Add
source on Google