Health Forum

Video: BPOM Naik Kelas,Kredibilitas Vaksin RI Bisa Sejajar Negara Maju

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
27 February 2026 17:17

Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia menggelar Health Forum dengan tema"BPOM Raih Status WLA, Apa Untungnya Bagi Pelaku Usaha?" yang akan mengupas tuntas dampak atas keberhasilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia yang mendapatkan pengakuan dari badan kesehatan dunia dan masuk daftar WHO Listed Authority (WLA)

Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM RI, William Adi Teja mengatakan BPOM dapat status WLA berkat keberhasilan memenuhi 9 kriteria yang ditetapkan WHO, salah satunya efisiensi, integritas BPOM dalam mengevaluasi produk obat hingga vaksin ke Indonesia yang sudah sejajar dengan negara maju.

BPOM terus akan menjaga dan mempertahankan status WLA yang direview setiap 5 tahun. Sementara dari sisi pelaku usaha, keberhasilan BPOM ini disebut Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap kesetaraan kualitas produk RI dengan produk dunia. Hal ini juga akan mendorong efisiensi dan mempermudah pengembangan dan ekspor produk farmasi RI.

Sementara bagi produsen Vaksin, keberhasilan BPOM ini disebut Direktur Utama Biotis Pharmaceuticals Indonesia , FX Sudirman akan mendukung pengembangan vaksin dalam negeri utamanya terkait kredibilitas produk RI bisa sejajar dengan negara maju.

Di sisi lain, Director of Corporate Relation and Strategic Affair PT Etana Biotechnologies Indonesia, Andreas Donny Prakasa menyebutkan peningkatan status BPOM memberi dampak besar bagi industri biofarmasi karena dapat mendorong tingkat keyakinan produsen obat dan vaksin sekaligus mengerek daya saing produk RI.

Seperti apa dampak status baru BPOM bagi pelaku usaha farmasi? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM RI, William Adi Teja bersama Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya dengan Direktur Utama Biotis Pharmaceuticals Indonesia, FX Sudirman dan Director of Corporate Relation and Strategic Affair PT Etana Biotechnologies Indonesia, Andreas Donny Prakasa dalam Health Forum, CNBC Indonesia (Jum'at, 27/02/2026)



Add as a preferred
source on Google