Tetangga RI Panik, Minyak 1.700 Liter Tumpah di Pulau Surga
Jakarta, CNBC Indonesia- Tumpahan minyak dari kapal kargo yang terbalik di Samudra Hindia terdampar di pantai-pantai yang masih alami di pulau resor paling terkenal di Thailand.
Kapal Sealloyd Arc berbendera Panama tenggelam di lepas pantai Phuket pada 7 Februari saat berlayar menuju Chattogram di Bangladesh, dan menumpahkan sekitar 1.700 liter minyak.
"Residu yang mengental telah mulai terdampar di Pantai Ya Nui di pulau itu, serta beberapa pulau kecil di provinsi Phuket," kata anggota parlemen setempat Chalermpong Saengdee, dimuat AFP, Sabtu (28/2/2026).
"Minyak tersebut telah mencemari Pantai Banana di Koh Hey, tujuan populer bagi wisatawan yang mencari perairan jernih berwarna biru kehijauan, dan diperkirakan akan terus menyebar," ujarnya.
Ia mengatakan ini sangat mengkhawatirkan. Meski insiden itu terjadi dua minggu lalu, situasinya tidak membaik dan menimbulkan ancaman bagi kehidupan laut dan terumbu karang di pesisir.
"Kami juga khawatir hal itu dapat memengaruhi pariwisata dan ekonomi Thailand," tambahnya.
Kapal tersebut berada di kedalaman sekitar 60 meter (197 kaki). Sehingga menyulitkan penyelam untuk menahan kebocoran.
Rekaman di stasiun televisi publik Thai PBS menunjukkan penduduk setempat menyisir pantai dengan garpu dan ember untuk mengumpulkan gumpalan minyak.
Meskipun Angkatan Laut Thailand telah menggunakan dispersan untuk menangani tumpahan, Chalermpong telah meminta pendanaan pemerintah untuk menyelamatkan bangkai kapal tersebut.
Menurut Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir, Thailand mengalami 130 tumpahan minyak yang memengaruhi lebih dari 23 provinsi antara tahun 2017 dan 2021.
Organisasi lingkungan memperingatkan bahwa tumpahan minyak menyebabkan kerusakan parah dan jangka panjang pada ekosistem, melapisi satwa liar, mencemari sumber makanan, dan melepaskan bahan kimia beracun.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]