DEN: Putusan MA AS Tak Gugurkan Perjanjian Dagang RI, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif impor presiden AS, Donald Trump pada 20 Februari 2026. Hal ini menimbulkan ketidakpastian bagi perdagangan dunia, tak terkecuali dengan Indonesia yang sebelumnya sudah menyetujui tarif respirokal sebesar 19% pada 19 Februari 2026.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu mengungkapkan keputusan Mahkamah Agung tidak otomatis menggugurkan perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Kendati demikian, perjanjian tersebut hingga kini masih belum diterapkan karena masih menunggu ratifikasi serta pembahasan perubahan (amandement).
"Intinya dengan keputusan Mahkamah Agung itu tidak otomatis berarti perjanjian kita itu gugur. Perjanjian itu masih berlaku dalam arti masih berproses tentunya, tetapi masih tidak gugur otomatis dengan keputusan Mahkamah Agung," ujar Mari Elka dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia, Jumat (27/2/2026).
Mari menjelaskan, perjanjian tersebut belum dapat diberlakukan sampai seluruh proses ratifikasi rampung di masing-masing negara. Setelah proses ratifikasi selesai dilakukan kedua negara, perjanjian baru akan berlaku efektif 90 hari kemudian.
Maka dari itu, sekalipun negosiasi perubahan rampung dalam waktu dekat, implementasi bergantung pada tahapan formal yang harus dilalui sesuai ketentuan hukum di Indonesia dan AS.
"Kemudian akan ada proses ratifikasi yang harus dilakukan oleh masing-masing negara dan setelah ratifikasi selesai, baru 90 hari kemudian berlaku perjanjian itu," ujarnya.
Menurutnya, jika Indonesia mampu menyelesaikan proses amandemen dan ratifikasi lebih cepat dibanding negara lain, maka posisi Indonesia relatif lebih unggul karena menawarkan kepastian aturan bagi pelaku usaha.
"Karena semua eksportir, investor, buyer itu menunggu-nunggu nih. Karena sekarang tiba-tiba yang tadinya udah arahnya jelas gitu ya, minimal yang udah negosiasi dapet ini, yang belum negosiasi kemungkinan dapet ini. Sekarang kan jadi buyar. Semoga lebih cepat, lebih baik dalam arti apa yang menjadi keuntungan kita adalah kepastian," ujarnya.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]