MARKET DATA

Gelar Trade Expo Indonesia 2026, Mendag Target Raup Transaksi Rp 293 T

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
26 February 2026 12:27
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mematok target ambisius pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026. Nilai transaksi ajang promosi dagang terbesar di Tanah Air itu dibidik menembus US$17,5 miliar atau setara Rp293,35 triliun dengan asumsi kurs Rp16.763 per dolar AS.

Adapun TEI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, target tersebut naik sekitar 6% dibandingkan sasaran tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah berharap realisasi transaksi kembali melampaui target, seperti yang terjadi pada penyelenggaraan tahun lalu.

"Kami targetkan tahun ini transaksinya adalah US$17,5 miliar. Tahun lalu targetnya adalah US$16,5 miliar dan tercapai sebesar US$22,83 miliar. Harapan kita dengan target US$17,5 miliar ini nanti juga akan tercapai lebih tinggi," kata Budi dalam acara peluncuran Trade Expo Indonesia ke-41 2026 di Auditorium Kemendag, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Budi menilai TEI menjadi salah satu instrumen penting untuk mengerek kinerja ekspor nasional, terutama di tengah prospek pasar global yang mulai membaik dan semakin terbukanya akses perdagangan melalui berbagai perjanjian dagang Indonesia dengan negara mitra.

Optimisme tersebut juga ditopang oleh kinerja ekspor Indonesia yang tetap tumbuh 6,15% pada tahun lalu, meskipun dunia usaha dihadapkan pada ketidakpastian dan dinamika perdagangan global.

"Jadi kami optimis transaksi akan berjalan dengan baik dan tentu ekspor kita tahun depan kita harapkan akan meningkat lebih besar," ujarnya.

Pada TEI 2026, produk yang dipamerkan akan terbagi dalam sejumlah zona utama, mulai dari food beverage and agriculture products, manufactured products, industrial estate, fashion and handcraft, hingga furniture and home decor.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, menyebut TEI sebagai agenda tahunan yang konsisten menghadirkan ribuan pembeli internasional ke Indonesia.

Tahun ini, TEI mengusung tagline "The Ultimate Hub for Global Sourcing", yang mencerminkan kesiapan Indonesia menjadi pusat perdagangan global dan pemasok produk berkualitas, baik berbasis manufaktur, agrikultur, maupun teknologi berkelanjutan.

"Kami berharap tagline ini akan lebih lama kita pakai karena saya rasa ini sangat menyentuh dan tepat menggambarkan kesiapan Indonesia untuk men-supply dunia dengan produk-produk yang berdaya saing tinggi," kata Punto dalam kesempatan yang sama.

Dari sisi penyelenggaraan, Kemendag juga melakukan sejumlah penyempurnaan. Salah satunya adalah penerapan zonasi dan pengelompokan produk yang lebih ketat guna memudahkan buyer menemukan komoditas sesuai kebutuhan.

"Kemudian beberapa perbedaan yang kita lakukan di tahun ini adalah kita mulai melakukan zonasi yang lebih ketat, pengelompokan-pengelompokan sehingga kita berharap ini dapat menarik lebih banyak lagi buyer," ujarnya.

Khusus sektor makanan dan minuman, Kemendag akan menyediakan hall tematik untuk komoditas kopi, teh, dan kakao, lengkap dengan atraksi Cupping of Excellence serta berbagai kegiatan yang melibatkan Komunitas Kopi Spesialti Indonesia (KKSI).

Dengan berbagai pembaruan tersebut, pemerintah optimistis TEI 2026 akan semakin kompetitif dan menarik minat buyer global, sekaligus mendorong partisipasi eksportir dan exhibitor nasional.

Penyelenggaraan TEI 2026 juga berlangsung di tengah perubahan lanskap perdagangan dunia yang semakin dinamis, di mana penguatan ekspor, diversifikasi pasar non-tradisional, serta ketahanan rantai pasok menjadi agenda strategis Indonesia.

Sebagai catatan, pada 2025 transaksi TEI mencapai US$22,80 miliar dengan 34.550 pengunjung dan 1.619 exhibitor, dengan pembeli terbanyak berasal dari Malaysia, China, India, Nigeria, dan Mesir.

Sementara pada TEI 2024, transaksi tercatat US$22,73 miliar dengan 41.448 pengunjung dan 1.460 exhibitor. Bahkan pada TEI 2023, nilai transaksi sempat menyentuh US$30,50 miliar dengan 38.900 pengunjung dan 1.234 exhibitor.

(wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Live Now! Mendag Buka-Bukaan Peluang Ekspor Indonesia di Kancah Global


Most Popular
Features