Pengusaha Sebut Kasus Impor Ribuan Pikap Beri Pesan Ambigu ke Investor
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah upaya pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri (TKDN), keputusan impor besar-besaran kendaraan komersial/pikap untuk Kopdes Merah Putih oleh BUMN Agrinas Pangan dinilai berpotensi mengirim pesan soal kebijakan pemerintah yang tak konsisten ke investor. Pengusaha melihat konsistensi kebijakan sebagai faktor utama dalam menjaga minat investasi sektor manufaktur.
"Investor melihat tiga hal utama yakni kepastian regulasi, perlindungan industri nasional, dan konsistensi kebijakan," ujar Ketua Umum Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) Dadang Asikin kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (24/2/2026).
Ia mencontohkan dorongan penggunaan kendaraan taktis produksi dalam negeri seperti Maung dari PT Pindad yang digaungkan pemerintah sebagai simbol keberpihakan industri nasional.
"Jika pemerintah mendorong penggunaan produk nasional seperti program Maung oleh instansi pemerintah, tetapi di sisi lain membuka impor besar kendaraan komersial, maka sinyal kebijakan menjadi ambigu," katanya.
Ambiguitas tersebut bisa memengaruhi persepsi pelaku industri global yang tengah mempertimbangkan lokasi basis produksi. "Dalam situasi seperti ini, investor bisa memilih Thailand atau Vietnam sebagai basis produksi alternatif karena dianggap lebih konsisten," jelasnya.
Dadang mengingatkan bahwa dampak jangka panjangnya tidak selalu terlihat dalam hitungan bulan, melainkan tahun.
"Dalam jangka panjang, bisa terjadi penurunan minat investasi baru, relokasi produksi ke negara lain, dan melemahnya struktur industri komponen nasional," tegasnya.
Ketika utilisasi turun dan arus kas terganggu, perusahaan cenderung menahan ekspansi serta inovasi teknologi. "Kombinasi demand yang turun dan ceruk pasar yang diisi volume impor dapat mempercepat deindustrialisasi jika tidak segera disadari dan dikendalikan," ujarnya.
Keberlanjutan industri nasional bergantung pada konsistensi arah kebijakan. Jika kebijakan yang muncul justru ambigu, bisa jadi minat investor baru juga ikut menurun.
"Industri membutuhkan kepastian. Tanpa konsistensi dan keberpihakan nyata, struktur industri komponen nasional akan melemah dan daya saing jangka panjang ikut tergerus," tutupnya.
(hoi/hoi) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]