MARKET DATA

Kamp ISIS Bubar, Intel AS Ungkap 20.000 Orang Berkeliaran di Suriah

Martya Rizky,  CNBC Indonesia
22 February 2026 22:00
Para tahanan berkumpul di kamp al-Hol setelah pemerintah Suriah mengambil alih kendali kamp tersebut menyusul penarikan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), di Hasaka, Suriah, 21 Januari 2026. (REUTERS/Khalil Ashawi)
Foto: Para tahanan berkumpul di kamp al-Hol setelah pemerintah Suriah mengambil alih kendali kamp tersebut menyusul penarikan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), di Hasaka, Suriah, 21 Januari 2026. (REUTERS/Khalil Ashawi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) menyimpulkan, sekitar 15.000 hingga 20.000 orang, termasuk afiliasi ISIS, kini berkeliaran di Suriah. Jumlah tersebut melonjak setelah eksodus besar-besaran dari Kamp Al-Hol, fasilitas yang selama ini menampung keluarga para jihadis.

Melansir The Wall Street Journal, para pejabat AS yang mengetahui kabar tersebut menyebut situasi ini dipicu runtuhnya keamanan Al-Hol dalam beberapa pekan terakhir, menyusul kekalahan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang selama bertahun-tahun menjaga kamp dengan dukungan AS. Para ahli keamanan sejak lama memperingatkan, istri-istri pejuang ISIS di kamp tersebut secara efektif membesarkan generasi militan berikutnya.

Kamp Al-Hol, yang luasnya sebanding dengan sebuah kota kecil di gurun timur Suriah, sempat menampung lebih dari 70.000 orang setelah pasukan yang didukung AS menghancurkan sisa kekhalifahan ISIS pada 2019. Namun, laporan Inspektur Jenderal Pentagon menyebutkan, pada akhir 2025 jumlah penghuni tersisa sekitar 23.000 orang.

Sebagian besar penghuni kemudian meninggalkan kamp setelah pemerintah Suriah mengambil alih kendali bulan lalu. Diplomat Barat di Damaskus memperkirakan lebih dari 20.000 orang melarikan diri hanya dalam hitungan hari di tengah kerusuhan dan meningkatnya upaya pelarian. Seorang diplomat menyebut, pada awal pekan ini hanya tersisa sekitar 300 hingga 400 keluarga.

Perempuan dan anak-anak, kerabat dari para jihadis yang diduga sebagai anggota ISIS, duduk di dekat tembok di dalam kamp Al-Hol di wilayah gurun provinsi Hasakeh timur laut Suriah pada 21 Januari 2026. (Photo by OMAR HAJ KADOUR / AFP)Foto: Perempuan dan anak-anak, kerabat dari para jihadis yang diduga sebagai anggota ISIS, duduk di dekat tembok di dalam kamp Al-Hol di wilayah gurun provinsi Hasakeh timur laut Suriah pada 21 Januari 2026. (AFP/OMAR HAJ KADOUR)
Perempuan dan anak-anak, kerabat dari para jihadis yang diduga sebagai anggota ISIS, duduk di dekat tembok di dalam kamp Al-Hol di wilayah gurun provinsi Hasakeh timur laut Suriah pada 21 Januari 2026. (Photo by OMAR HAJ KADOUR / AFP)

Pejabat AS menilai pelarian massal itu berkaitan dengan buruknya pengelolaan kamp oleh pemerintah Suriah serta lemahnya pengawasan perimeter keamanan. Pemerintah Suriah yang kini dipimpin Presiden Ahmed al-Sharaa mengakui banyak penghuni meninggalkan Al-Hol menuju wilayah lain. Damaskus berjanji akan memantau para ekstremis dan mengintegrasikan mereka kembali ke masyarakat, sembari menyalahkan SDF yang disebut meninggalkan kamp saat serangan Januari.

Pemerintah Suriah juga menyatakan telah memindahkan keluarga-keluarga terakhir dari Al-Hol ke kamp pengungsian lain di barat laut Suriah yang infrastrukturnya dinilai lebih memadai.

Pembubaran Al-Hol yang berlangsung kacau ini memunculkan kembali kritik dari pejabat AS, anggota parlemen, hingga analis keamanan terhadap keputusan pemerintahan Donald Trump yang menyerahkan upaya kontra-terorisme di Suriah kepada pemerintah baru, seiring penarikan pasukan AS.

Meski Sharaa, mantan pemimpin pemberontak yang menggulingkan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024, mengklaim menjauh dari kelompok ekstremis dan telah memerangi ISIS selama bertahun-tahun, aparat keamanan Suriah masih diisi berbagai kelompok Islamis garis keras.

Laporan Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS pada 19 Februari mencatat, pemerintah Suriah menunjukkan kemauan bekerja sama dengan AS dalam memerangi terorisme. Namun, kemampuan Damaskus dinilai terbatas akibat kurangnya personel terlatih dan institusi keamanan yang masih rapuh.

"Mereka memiliki pengalaman dan infrastruktur yang sangat terbatas untuk hal ini," kata Analis Independen berbasis di Damaskus, Alexander McKeever, dikutip dari The Wall Street Journal, Minggu (22/2/2026).

"Tetapi jelas tidak untuk 20.000 orang dan sebagian besar dari mereka bukan warga Suriah," sambungnya.

Pejabat pertahanan AS dan para ahli mengatakan, tidak semua penghuni Al-Hol merupakan simpatisan ISIS. Studi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Oktober lalu menemukan hingga seperempat penghuni kamp tidak memiliki keterkaitan dengan ISIS. Para tersangka paling berbahaya sendiri ditahan terpisah di fasilitas tambahan dan jaringan penjara lain.

Militer AS sebelumnya memindahkan sekitar 5.700 tahanan afiliasi ISIS dari Suriah ke Irak pada Januari. Kerusuhan terbaru di Al-Hol juga melukai seorang pekerja kemanusiaan, disertai maraknya penyelundupan dan perusakan pagar kamp, seperti dilaporkan The Wall Street Journal.

Sekelompok tahanan berkumpul di kamp al-Hol setelah pemerintah Suriah mengambil alih kendali kamp tersebut menyusul penarikan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), di Hasaka, Suriah, 21 Januari 2026. (REUTERS/Khalil Ashawi)Foto: Sekelompok tahanan berkumpul di kamp al-Hol setelah pemerintah Suriah mengambil alih kendali kamp tersebut menyusul penarikan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), di Hasaka, Suriah, 21 Januari 2026. (REUTERS/Khalil Ashawi)
Sekelompok tahanan berkumpul di kamp al-Hol setelah pemerintah Suriah mengambil alih kendali kamp tersebut menyusul penarikan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), di Hasaka, Suriah, 21 Januari 2026. (REUTERS/Khalil Ashawi)

Sementara itu, Kepala badan pengungsi PBB di Suriah, Gonzalo Vargas Llosa, menyebut pihaknya telah memfasilitasi pemulangan 191 warga Irak dari Al-Hol.

"Kamp Al-Hol sekarang praktis akan kosong," ujarnya melalui media sosial.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Awas Perang di Timur Tengah, Trump Serang Gudang Senjata ISIS


Most Popular
Features