Perang AS-Iran di Depan Mata, Eropa Minta Warga Tinggalkan Teheran
Jakarta, CNBC Indonesia- Dua negara Eropa, Serbia dan Swedia ,telah mendesak warga negara mereka di Iran untuk meninggalkan negara itu. Ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam tindakan militer atas program nuklir republik Islam tersebut.
"Karena situasi keamanan yang memburuk, warga negara Republik Serbia tidak disarankan untuk melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu dekat," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan di situs webnya yang diterbitkan pada Jumat malam hingga Sabtu pagi, dikutip Minggu (22/2/2026).
"Semua orang yang berada di Iran disarankan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin," tambahnya.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard juga berteriak di X. Ia menyampaikan "seruan keras kepada warga Swedia yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara itu".
Sebelumnya, Jumat, Iran mengatakan mereka berharap dapat mencapai kesepakatan cepat dengan Amerika mengenai program nuklir Teheran, yang telah lama menjadi sumber perselisihan antara kedua negara yang bermusuhan tersebut. Namun Trump, setelah memerintahkan peningkatan kekuatan angkatan laut besar-besaran di Timur Tengah yang bertujuan untuk memberikan tekanan pada Teheran.
Trump mengatakan di hari yang sama bahwa ia "mempertimbangkan" serangan militer terbatas jika negosiasi terbukti tidak membuahkan hasil. Sejauh ini dua kapal induk AS sudah merapat ke Timur Tengah, di mana rudal dan jet tempur telah bersiap di lima pangkalan udara AS di Arab dan Samudra Hindia.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]