Dokumen Bocor, Trump Izinkan 5 Raksasa Migas Gali Minyak Venezuela
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberikan izin kepada lima perusahaan raksasa minyak dan gas bumi (migas) untuk mulai menjalankan operasional di Venezuela.
Hal ini terungkap setelah Office of Foreign Assets Control (OFAC) atau Kantor Pengawasan Aset Asing di Departemen Keuangan AS memberikan lisensi umum kepada BP, Chevron, Eni, Repsol, dan Shell untuk melakukan transaksi yang terkait dengan operasi migas di Venezuela.
Berdasarkan laporan AFP, lisensi umum setebal dua halaman yang diterbitkan oleh OFAC mewajibkan setiap pembayaran royalti migas disetorkan ke rekening yang ditunjuk oleh Departemen Keuangan AS.
"Hal ini sejalan dengan pernyataan pemerintahan Trump bahwa Washington akan mengelola aset dalam pengawasan tersebut demi kepentingan rakyat Venezuela," sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (14/2/2026).
Trump dan pejabat tinggi lainnya, seperti Menteri Energi Chris Wright, secara terang-terangan menggambarkan Washington sebagai pihak yang mengendalikan sumber daya minyak Venezuela untuk masa mendatang.
Lisensi kedua yang diterbitkan OFAC pada Jumat lalu mengizinkan perusahaan-perusahaan untuk merundingkan kontrak potensial "untuk investasi tertentu di Venezuela." Namun, lembaga AS itu tetap melarang partisipasi dari beberapa negara, termasuk China, Iran, dan Rusia.
"Lisensi umum ini mengundang perusahaan-perusahaan Amerika dan sekutunya untuk memainkan peran konstruktif dalam mendukung pemulihan ekonomi dan investasi yang bertanggung jawab," tulis AFP dalam laporannya mengutip pemberitaan media AS.
Donald Trump juga dilaporkan berencana untuk mengunjungi Venezuela dalam waktu dekat. Ia juga menegaskan kembali kepuasannya terhadap pemimpin sementara negara tersebut, bertepatan dengan langkah pemerintahannya yang memberikan izin kepada lima perusahaan minyak besar untuk beroperasi di sana.
"Saya akan melakukan kunjungan ke Venezuela," ujar Trump kepada wartawan pada Jumat lalu, sembari menambahkan bahwa tanggal kunjungan tersebut belum ditentukan.
Pernyataan ini muncul menyusul kunjungan Menteri Energi Trump ke Caracas awal pekan ini, dan muncul saat pemerintahannya mulai menghapus tambahan sanksi AS yang selama ini memblokir investasi industri minyak di negara Amerika Selatan tersebut.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]