SMF Siap Dukung Program Gentengisasi Prabowo
Surakarta, CNBC Indonesia - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyatakan siap mendukung program gentengisasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa pekan lalu.
Namun, Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) terkait implementasi teknisnya.
"Gentengisasi itu baru diluncurkan ya, kementerian terkait dalam hal ini adalah PKP. Kita SMF akan koordinasi dulu sih sama PKP," ujar Ananta dalam media briefing di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).
Ananta mengaku bahwa hingga sampai saat ini pihaknya masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut terkait cakupan program. Termasuk mekanisme pelaksanaan dan spesifikasi teknis yang akan diterapkan.
Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar dukungan yang diberikan SMF dapat selaras dengan kebijakan dan desain program dari kementerian teknis.
"Tapi pada dasarnya kita support lah untuk itu. Tapi pada waktu implementasinya. Saya akan koordinasi dengan Kementerian PKP," ujarnya.
Pada awal Februari lalu, Presiden Prabowo Subianto memberikan beberapa arahan kepada kepala daerah. Salah satunya adalah proyek 'gentengisasi'.
Prabowo melihat banyak rumah, khususnya di wilayah perdesaan, yang masih menggunakan atap seng. Untuk itu, dia menginginkan rumah di seluruh wilayah menggunakan atap genteng. Ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang akan menggerakan banyak stakeholder untuk melakukan pembersihan sampah.
"Saya lihat saudara-saudara semua kota, hampir semua desa kira. Maaf ya banyak genteng dari seng. Ini panas untuk penghuni, juga berkarat. Jadi tidak mungkin genteng dari seng. Saya tidak tahu industri alumunium dari mana," kata Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
"Saya ingin semua atap (rumah) di Indonesia pakai genteng ya. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi," lanjut Prabowo.
Menurut Prabowo, ongkos untuk membuat pabrik genteng itu tidak mahal, begitu juga dengan ongkos produksinya.
"Bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat. Saya dapat laporan dari profesor-profesor kita bahwa limbah batu bara dicampur dengan tanah bahan genteng," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, nanti pemerintah pusat akan membantu dari sisi sebelum hingga sesuai mulainya proyek 'gentengisasi'.
"Ini serius ya, bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Bersama kita bikin kota indah, kecamatan indah, dan desa indah," ujar Prabowo.
Prabowo juga bercerita bahwa pada zaman dahulu atap rumah di Indonesia menggunakan rumbia atau ijuk. Hal itu membuat suasana di dalam rumah juga semakin sejuk.
Dia juga mengeluhkan salah satu di desa di Minahasa, Sulawesi Utara, yang kini banyak menggunakan seng sebagai atap rumah mereka, dan tidak lagi menggunakan rumbia.
"Seng itu berkarat. Karat melambangkan degenerasi. Kita, saya berharap Indonesia tidak terlihat berkarat bukan lambang kebangkitan Indonesia," kata Prabowo.
Dalam paparannya, Prabowo juga menunjukkan proyek gentengisasi yang dimaksud. Dia ditentukan palet warna yang dinamakan Nusantara Horizon, yang terdiri dari biru langit, navy blue, hijau, abu-abu, dan terakota.
(mij/mij)[Gambas:Video CNBC]