MARKET DATA

Jadi Bullion Bank, Ini Upaya Pegadaian Dukung Ekosistem Emas RI

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
29 January 2026 18:12
Pegadaian
Foto: dok Pegadaian

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas akhirnya menyentuh ekor tertinggi sepanjang masa. Di dalam negeri, berbagai jenis logam mulia, dengan ukuran yang bervariasi antara 0,5 gram sampai 1.000 gram juga ikut melambung tinggi.

Setelah reli panjang hampir dua tahun berturut-turut, harga emas pun disebut memasuki fase krusial pada 2026. Kenaikan tajam yang telah terjadi menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar: apakah tren positif masih berlanjut, atau justru pasar butuh jeda?

Sebagai catatan, 2025 akan dikenang sebagai salah satu periode paling liar dalam sejarah pasar emas global. Sang logam mulia bahkan mencetak rekor 50 kali sepanjang 2025. Harga emas juga menguat US$ 1.700 per troy ons atau 64% pada 2025, tertinggi sejak 1979.

Tahun lalu, kita juga dapat menyaksikan masyarakat rela mengantre demi mendapatkan emas di berbagai butik. Meski harga emas yang terus melangit ini, instrumen ini tetap memiliki daya tariknya sendiri bagi sebagian orang. Apalagi emas dikenal sebagai aset safe haven dan menjadi pegangan di masa krisis.

Pentingnya peran ekosistem emas pada perekonomian pun disadari pemerintah melalui pembentukan bullion bank pada awal 2025. Langkah ini menjadi babak baru dalam pengelolaan emas di tanah air, sekaligus meningkatkan nilai tambah pada perekonomian negara.

Sebagai informasi, bullion bank adalah lembaga jasa keuangan (LJK) yang melakukan usaha berkaitan dengan emas dalam bentuk simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, penitipan emas, dan/atau kegiatan lainnya.

Salah satu perusahaan yang mendapatkan izin untuk menjalankan Kegiatan Usaha Bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah PT Pegadaian. Tercatat hingga 31 Oktober 2025, jumlah emas yang telah dihimpun oleh Pegadaian mencapai 129 ton.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengatakan hingga akhir Oktober 2025, layanan tabungan emas Pegadaian tercatat sudah tembus 15,75 ton dengan nilai Rp 35,04 triliun. Sedangkan layanan cicil emas Pegadaian telah mengumpulkan sekitar 8,8 ton logam mulia dengan nilai Rp 13 triliun.

Untuk terus mendorong masyarakat untuk menabung emas, Pegadaian juga meluncurkan apps terbarunya bernama Tring! Aplikasi ini dirancang dengan fokus pada kecepatan dan kenyamanan nasabah yang memungkinkan masyarakat untuk membuka akun dan memulai investasi emas hanya dalam hitungan menit.

Melalui satu pintu digital, masyarakat dapat mengakses berbagai produk inti seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai, hingga layanan terbaru di ekosistem Bulion (Bank Emas), serta beragam fitur pembayaran dan pembiayaan lainnya.

"Pegadaian sudah 124 tahun, sudah berpengalaman dalam bisnis gadai dan emas, dan terus berupaya agar semakin relevan serta berkelanjutan untuk terus bertransformasi, mengikuti yang dibutuhkan masyarakat. Saat ini eranya ada digital, Pegadaian harus bisa mengimbangi dan TRING merupakan penyempurnaan transformasi yang dilakukan selama ini," jelas Damar

Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro (UMi) dan bernaung di bawah Danantara, Pegadaian juga menjamin keamanan dan memberikan ketenangan bagi seluruh pengguna Tring! di tengah maraknya kasus penipuan digital. Komitmen ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam ekosistem Bulion diwujudkan melalui produk yang lengkap dan terjamin.

Untuk layanan transaksi emas, Pegadaian menerapkan sistem 1:1 untuk layanan transaksi emas, dimana ketika ada permintaan transaksi Cicil Emas maupun Tabungan Emas, maka Pegadaian telah menyiapkan persediaan emas secara fisik sejumlah gram yang ditransaksikan. Emas ini pun tersimpan dengan aman di vault berstandar internasional.

Pegadaian juga terus melakukan literasi, investasi emas yang mudah, mau cicilan atau beli fisik bisa di Pegadaian. TRING menjawab keinginan masyarakat bahwa investasi emas mudah, tidak usah besar-besar, dan menjawab kebutuhan masyarakat baik akan emas baik fisik maupun digital.

Di dalam Tring! juga terdapat logo element yaitu Bloom yang mewakili benih yang ditanam dalam diri setiap individu, seiring berjalannya waktu benih ini akan tumbuh dan berkembang, sejalan dengan pertumbuhan bersama antara Pegadaian dan nasabahnya.

 

(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pegadaian Luncurkan 'Tring!' Integrasi dalam Satu Genggaman


Most Popular
Features