MARKET DATA

Mensos: 45% Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
09 February 2026 10:30
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
Foto: Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan sebanyak 45% penyaluran bantuan sosial dan program keluarga harapan (PKH) yang digulirkan pemerintah tidak tepat sasaran. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penyempurnaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN merupakan sistem pendataan baru yang dikembangkan untuk menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sebagai basis data penerima bantuan sosial di Indonesia.

"DTESN ini baru lahir Februari 2025. Baru lahir belum sempurna. Namun jika tidak diperbaiki selama ini bansos, subsidi sosial tidak tepat sasaran. Program PKH dan bansos 45% tidak tepat sasaran," kata Gus Ipul.

Oleh karena itu, konsolidasi data terus dilakukan hingga ke pemerintah daerah. Saat ini, Kemendagri dan Kemensos telah mewajibkan pembaruan data DTSEN per 3 bulan.

Menurutnya, proses pemutakhiran data melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinsos, kelurahan/desa, serta petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.

Adapun, data-data tersebut kemudian dikompilasi dan harus ditandatangani oleh kepala daerah hingga akhinya diterbitkan oleh BPS setiap tanggal 20 untuk menjadi pedoman penyaluran bansos.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jangan Kelewat! Prabowo Bagi-bagi Uang di Akhir Tahun, Ini Daftarnya


Most Popular
Features