MARKET DATA

SPBU Swasta Harus Beli BBM Solar ke Pertamina Mulai April 2026

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
06 February 2026 16:01
Suasana salah satu SPBU VIVO di Jakarta, Senin (1/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Suasana salah satu SPBU VIVO di Jakarta, Senin (1/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan seluruh impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar akan dihentikan mulai April 2026. Pada periode tersebut, kebutuhan solar nasional sepenuhnya dipenuhi dari produksi kilang dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan bahwa SPBU swasta telah diarahkan untuk membeli solar untuk produk CN48 dari PT Pertamina (Persero).

"April sudah harus menggunakan solar dalam negeri," ujar Laode di Kementerian ESDM, Jumat (6/2/2026).

Di sisi lain, Laode mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan masa transisi agar penghentian impor solar dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan pasokan.

"Karena pada saat bulan April nanti sudah tidak ada lagi krisis-krisis yang terjadi. Jadi sekarang kita mitigasi solar," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bertambahnya kapasitas kilang Balikpapan membuka peluang Indonesia menghentikan impor BBM. Pasalnya, kebutuhan nasional bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

"Insya Allah begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya mulai tahun ini, impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi dengan tidak lagi mengandalkan pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri melalui impor," kata Bahlil dikutip Senin (26/1/2026).

Menurut Bahlil kebutuhan solar Indonesia tercatat sebesar 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, program B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Este (FAME) sebesar 15,9 juta kiloliter (kl) per tahun, sehingga kebutuhan solar murni (B0) tersisa 23,9 juta kl per tahun.

Dengan produksi nasional yang saat ini mencapai 26,5 juta kl per tahun, pemerintah menargetkan penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 dan CN 51 mulai pertengahan 2026.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Setop Impor Solar Tahun 2026, Ini Pendorongnya


Most Popular
Features