MARKET DATA
Energy Outlook 2026

ESDM Ungkap Cara Efektif RI Tekan Impor BBM Solar

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
05 February 2026 12:00
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI, Tri Winarno, saat menyampaikan sambutan sebagai pembicara utama mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI, Tri Winarno, saat menyampaikan sambutan sebagai pembicara utama mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan program mandatory biodiesel efektif menurunkan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis BBM Solar.

Pemerintah memang saat ini sedang berupaya menghilangkan ketergantungan akan impor BBM Solar. Di tahun ini, Indonesia ditarget sudah tidak lagi mengimpor Solar jenis CN48.

"Yang dilakukan pemerintah terkait mandatory biodiesel terbukti efektif untuk menekan impor. Ini juga mampu menghemat devisa, penurunan gas rumah kaca dan peningkatan nilai tambah CPO," tegas Tri Winarno dalam Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, Kamis (5/2/2026).

Selain mandatory biodiesel 40%, pemerintah juga berencana meningkatkan mandatory 50% atau B50 pada tahun ini.

"Pada akhir 2026 diharapkan kita tidak memerlukan impor solar dengan adanya mandatory biodiesel dan beroperasinya RDMP di Balikpapan. Sehingga terjadi surplus produksi solar di Indonesia," tegas Tri.

Tak cuma bersiasat menekan impor BBM solar, pemerintah juga punya upaya untuk menekan impor BBM bensin dengan akan menerapkan mandatory bioetanol dari yang saat ini 5% menjadi 10% atau E10 di tahun 2028.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Setop Impor Solar Tahun 2026, Ini Pendorongnya


Most Popular
Features