MARKET DATA

Top! Perwira Pertamina Pimpin Tim Pengembangan Aset Migas di Aljazair

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
05 February 2026 09:47
PHE
Foto: Dok: PHE

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Algeria Eksplorasi & Produksi (PAEP) terus berupaya mengembangkan aset minyak dan gas bumi (migas) di Afrika Utara dengan mengedepankan profesionalisme dan kepemimpinan sumber daya manusia Indonesia.

Asal tahu saja, PAEP yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina Internasional Ekaplorasi dan Produksi (PIEP) bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berdiri pada tahun 2014 tepatnya setelah Pertamina mengakuisisi aset ConocoPhillips Algeria Ltd. Akuisisi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas portofolio hulu migas internasional sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di industri energi global.

Sebagai operator sejak 2014, Pertamina menjalankan kegiatan operasi migas di Aljazair dengan bermitra bersama Sonatrach, National Oil Company (NOC) Aljazair. Sebagian besar wilayah operasi PAEP berada di kawasan Gurun Sahara yang memiliki kondisi geografis serta iklim ekstrem, sehingga menuntut standar keselamatan, keandalan operasi, dan disiplin kerja yang tinggi.

Sebanyak 40 Perwira Pertamina bertugas di PAEP. Mereka menempuh perjalanan lintas benua, meninggalkan keluarga dan kenyamanan di tanah air, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja multikultural dan standar keamanan yang ketat.

Dalam menjalankan operasional, Pertamina mengelola tim dengan latar belakang empat kewarganegaraan, yaitu Indonesia, Aljazair, Spanyol, dan Rumania. Di tengah kompleksitas kerja lintas budaya tersebut, Perwira Pertamina dipercaya memegang peran kepemimpinan strategis mengoordinasikan operasional, memastikan keselamatan kerja, serta menjaga keandalan dan keberlanjutan produksi sesuai standar internasional.

Lebih lanjut, pada pertengahan tahun 2023, Pertamina kembali memperkuat komitmennya di Aljazair melalui perpanjangan kontrak kerja sama hidrokarbon bersama Sonatrach dan Repsol di Lapangan Menzel Ledjmet Nord (MLN), Blok 405a. Perpanjangan kontrak ini membuka peluang bagi Pertamina untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan aset migas di Aljazair dalam jangka panjang.

"Kepercayaan untuk memimpin tim multinasional serta keberlanjutan kontrak di Aljazair mencerminkan kompetensi dan profesionalisme Perwira Pertamina di tingkat global. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga pengakuan atas kualitas sumber daya manusia Indonesia," ujar Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/2/2026).

Dia melanjutkan, keberhasilan operasional di Aljazair tidak terlepas dari ketahanan fisik dan mental para Perwira yang bekerja di lapangan. Pasalnya, bekerja di lingkungan ekstrem membutuhkan komitmen, disiplin, dan kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, para Perwira Pertamina menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab demi mendukung ketahanan energi nasional.

Meski berada jauh dari sorotan publik, para Perwira Pertamina di Aljazair terus memastikan kegiatan operasi berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan. Dari wilayah gurun Afrika Utara, mereka membuktikan bahwa peran Indonesia dalam industri energi global tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pemimpin yang dipercaya. 

(bul/bul)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pertamina Cetak Pendapatan Rp 672 Triliun Sampai Juli 2025


Most Popular
Features