MARKET DATA

Food Estate Merauke Bakal Jadi Motor Ketahanan Pangan, Ini Kata Mentan

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
04 February 2026 12:29
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman. (Dok. kementan)
Foto: Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman. (Dok. kementan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Merauke, Papua Selatan, diyakini berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia. Pasalnya, program ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung swasembada pangan, melainkan membuka akses dasar yang selama ini terbatas sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Terkait hal itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan proyek food estate Merauke tetap berjalan lantaran upaya ini menjadi salah satu pilar utama strategi swasembada pangan nasional.

Di samping itu, Amran menjelaskan, pengembangan kawasan food estate, khususnya di Distrik Wanam, akan memberikan dampak langsung terhadap percepatan pembangunan infrastruktur wilayah. Alhasil, kehadiran proyek tersebut akan mendorong pembangunan berbagai akses vital, mulai dari jalan, pelabuhan, hingga bandara.

"Oh itu pasti. Itu jalan dibangun, kemudian infrastruktur pelabuhan, bahkan bandara," ujar Amran di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, dikutip dari cnnindonesia, Rabu (4/2/2026).

Dari sisi sosial dan ekonomi, proyek food estate di Papua Selatan juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Dalam konteks ini, Pemerintah telah menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang seluruhnya menjadi milik masyarakat lokal dan digunakan untuk mengelola lahan secara mandiri.

Selain itu, pemerintah juga tengah membentuk Brigade Pangan yang seluruh anggotanya berasal dari masyarakat setempat. Harapannya, skema ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

"Kami bentuk namanya Brigade Pangan. Brigade Pangan ini itu dari masyarakat setempat. Bayangkan saja kalau 300 alat, berarti itu ribuan orang," terang dia.

Swasembada Bukan Sekadar Slogan

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, swasembada pangan dan energi bukan sekadar slogan, tetapi juga fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemerdekaan bangsa yang sejati.

"Kalau kita mau merdeka, kalau kita mau sejahtera, kita harus jamin produksi pangan sehingga pangan bisa dinikmati seluruh rakyat kita. Swasembada pangan adalah syarat, itu pilar utama dari strategi yang saya jalankan sekarang," ujar Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo juga menanggapi sikap skeptis sejumlah pihak terhadap program pemerintah. Ia menegaskan bahwa keraguan tersebut tidak akan menghambat langkahnya.

"Saya ajak saudara, ayo sama-sama sebagai patriot bangsa. Tapi kalau kau tidak mau ikut saya, saya tetap jalan terus karena saya bertekad Indonesia harus mampu mencapai kemerdekaan yang sejati," tegas Prabowo.

Sebagai informasi, pembangunan food estate di Merauke bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan pengembangan bioenergi nasional. Program ini mencakup kegiatan cetak sawah, pengembangan tebu, serta optimalisasi lahan. Proyek tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, dan pihak swasta, yakni Jhonlin Group.

Hingga kini, pembangunan food estate di Distrik Wanam, Kabupaten Merauke, menunjukkan perkembangan signifikan. Meski demikian, sejumlah pihak masih melontarkan kritik, terutama terkait keterlibatan swasta dalam proyek strategis nasional tersebut.

Merespons hal tersebut, Kuasa Hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata menyatakan, pihaknya menjalankan penugasan negara untuk mendukung proyek strategis nasional demi tercapainya swasembada pangan yang berkelanjutan. Ia menekankan proyek ini bukan semata kegiatan bisnis, tetapi wujud kepedulian pengusaha merah putih mendukung program utama Presiden Prabowo.

"Kami menjalankan penugasan dari negara dalam mendukung tercapainya swasembada pangan yang permanen. Kita tidak berhitung untung rugi. Proyek ini tidak mudah, karena medan yang berat dan cuaca yang ekstrim. Jadi tidak betul kita mengajukan tagihan sampai Rp7 triliun kepada negara seperti diberitakan sebuah media," kata dia.

"Kita menyadari betul penggunaan APBN itu ada aturan mainnya. Kita dikesankan seolah-olah mengatur sana sini. Tidak mungkin itu. Sekali lagi kita akan tetap jalan menuntaskan proyek yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo ini," tambah Junaidi.

Di sisi lain, dia juga membantah tudingan yang menyebut wilayah Wanam akan disulap menjadi perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, informasi tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan rencana proyek.

"Tidak ada itu. Sejauh yang saya ketahui Wanam akan difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan dan bioenergi, mencakup cetak sawah, tebu, dan optimalisasi lahan," tutur Junaidi.

Adapun progres pembangunan terus berjalan. Infrastruktur jalan telah terbangun sepanjang 58,44 kilometer, dengan jalan yang telah diperkeras mencapai 11,53 kilometer. Total luas area yang telah dibuka mencapai 9.781 hektare. Sementara itu, pembangunan pelabuhan beserta fasilitas pendukungnya kini telah memasuki tahap penyelesaian.

(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mentan Amran Mau Cetak Sawah Baru 225 Ribu Hektare Tahun Depan


Most Popular
Features