MARKET DATA

OJK Yakin IHSG Mulai Stabil, Asing Banyak Masuk

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
03 February 2026 13:08
Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai beranjak stabil usai sejumlah inisiatif yang dilaksanakan beberapa waktu ke belakang. Bahkan, kepercayaan investor asing berangsur membaik.

Sebagaimana diketahui, IHSG melaju semakin kencang menjelang akhir sesi 1 hari ini, Selasa (3/2/2026). Hingga pukul 10.44 WIB IHSG naik 1,07% ke level 8.007,65 atau melesat 295 poin dari level terendah perdagangan intraday hari ini.

Per pukul 11.21 WIB IHSG melaju semakin kencang dengan penguatan 1,54% atau naik 121,63 poin ke level 8.044,36. Sebanyak 586 saham naik dan 180 turun. Nilai transaksi jelang siang ini mencapai Rp 15,68 triliun, melibatkan 31,66 miliar saham dalam 1,69 juta kali transaksi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi melihat, hal ini menunjukkan sudah mulai lebih terkonfirmasi lagi kepercayaan dan kepastian di para investor kita terkait dengan rencana besar kita untuk mendorong dan mengedepankan reformasi integritas ini.

"Alhamdulillah hari ini mudah-mudahan berlanjut ya. Kita melihat sejauh ini sih tadi indeks masih hijau. Sekarang sudah di 1,5% dan merata. Semua indeks sektoral, semua indeks utama IDX30, LQ45 itu semuanya juga hijau. Artinya mengalami kenaikan yang merata," tutur Hasan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, (3/2/2026).

Seiring penguatan ini, asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp654,94 miliar pada perdagangan kemarin. Aksi beli asing ini baru terjadi setelah tiga hari ke belakang tercatat derasnya arus keluar dari saham-saham Indonesia.

"Artinya asing sudah mulai masuk ke pasar kita dan mulai itu menunjukkan adanya tingkat kepercayaan atas apa yang kita luncurkan kemarin," jelas Hasan.

Di sisi lain, Hasan pun melihat adanya fenomena kelompok saham yang secara rata-rata turun dan secara rata-rata naik. Ini menunjukkan adanya kelompok saham dengan fundamental baik mulai mendapat aliran dana minat pembelian lebih banyak kemarin. Sehingga, sekalipun secara komposit indeks kemarin turun, tapi ternyata saham-saham itu justru mencatat kenaikan.

"Sebaliknya, saham-saham yang mungkin selama ini dikenal sebagai saham-saham yang sudah memiliki tingkat apresiasi atau rasio harga PER-nya tinggi, meski tetap dalam transaksi wajar, kemarin kalau kita lihat mendapat tekanan melepaskan pemilikan melalui aksi penjualan," terangnya.

Sebagaimana diketahui, tercatat ada tiga saham yang paling banyak diserbu investor pada perdagangan sesi I hari ini. Bumi Resources (BUMI) mencatat nilai transaksi terbesar, yakni Rp 3,98 triliun. Lalu diikuti oleh Darman Henwa (DEWA) Rp 1,61 triliun dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) Rp 1,58 triliun.

BUMI hingga jeda makan siang sudah naik 12,73% ke level 248. Lalu DEWA dan BUVA, masing-masing 11,96% dan BUVA 2,37%.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada Transaksi Jumbo Rp 32,4 Triliun di Saham DSSA, Sinar Mas Jual?


Most Popular
Features