MARKET DATA
ESG Sustainability Forum 2026

RI Punya Pundi-Pundi Baru Sampai Puluhan Miliar Dolar, Ini Sumbernya!

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
03 February 2026 13:02
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Foto: Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkap bahwa potensi bisnis dari penangkapan karbon atau Carbon Capture Storage (CCS/CCUS) sangat besar di Indonesia. Adapun nilainya ditaksir bisa mencapai puluhan miliar dolar.

"Saya tidak mau salah ucap, tapi yang saya dengar bisa puluhan miliar dolar tergantung pada harga karbon. Sebagai perbandingan di Eropa, Swedia 1 ton karbon dinilai 100 dolar kanada atau 80 Euro," ujar Hashim dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026).

Menurut Hashim hal itu masuk akal, mengingat CCS/CCUS menjadi teknologi yang bisa diandalkan untuk menekan emisi.

Di sisi lain, Indonesia saat ini dianugerahi rongga coverage di bawah laut, khususnya untuk CCS/CCUS dengan daya kapasitas ratusan giga ton.

Sehingga tidak heran jika ada pelaku usaha yang memulai melirik bisnis carbon capture ini. Diantaranya, Exxon, BP hingga Grup Bakrie.

"Ini sangat bermanfaat untuk menyerap karbon. Dari Singapore, Korsel, Jepang yang memang kurang rongganya, di tempat lainnya sangat minim kehadiran rongganya karena industri minyak Indonesia sejak jaman Belanda sudah di tarik," tegasnya.


(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Dorong Kerja Sama Lintas Batas Proyek Penangkapan Karbon


Most Popular
Features