Angkatan Bersenjata Kerajaan Maroko bersama otoritas sipil bekerja sama menangani risiko banjir akibat naiknya permukaan Sungai Loukkos di Ksar El Kebir, Senin waktu setempat. Hujan lebat yang berlangsung selama berminggu-minggu memicu banjir besar hingga memaksa Maroko mengevakuasi lebih dari 50.000 warga, hampir setengah populasi kota di wilayah barat laut tersebut.(Moroccan authorities/Handout via REUTERS)
“Kota ini telah menjadi kota hantu,” ujar warga setempat, Hicham Ajttou, kepada Reuters melalui telepon, dikutip Selasa (3/2/2026). Ia mengatakan seluruh pasar dan toko tutup sementara sebagian besar penduduk telah meninggalkan kota secara sukarela atau dievakuasi oleh otoritas. (Moroccan authorities/Handout via REUTERS)
Pihak berwenang mendirikan tempat penampungan dan kamp sementara serta melarang masuk ke Ksar el-Kebir karena meluapnya Sungai Loukkos ke sejumlah lingkungan. Hanya keberangkatan dari kota yang diizinkan, sementara listrik diputus di beberapa wilayah dan sekolah diperintahkan tetap tutup hingga Sabtu. (Moroccan authorities/Handout via REUTERS)
Para pejabat menyebut banjir sebagian dipicu oleh pelepasan air dari Bendungan Oued Makhazine di dekat kota tersebut yang telah mencapai kapasitas penuh. Ksar el-Kebir sendiri terletak sekitar 190 kilometer di utara ibu kota negara, Rabat. (Moroccan authorities/Handout via REUTERS)
Tentara Maroko mengerahkan unit penyelamat, truk, peralatan, dan tenaga medis untuk mendukung operasi evakuasi, sementara bus-bus mengangkut warga keluar dari kota. Televisi pemerintah Al Oula menayangkan helikopter yang menyelamatkan warga terjebak banjir di provinsi sekitar, sementara di wilayah selatan, meluapnya Sungai Sebou memicu evakuasi desa-desa dan penguatan bantaran sungai dengan karung pasir. (Moroccan authorities/Handout via REUTERS)