MARKET DATA
Internasional

2 Malapetaka Bekukan AS, 88 Warga Tewas-Pemerintah Beri Warning

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
02 February 2026 14:20
Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS, Minggu (25/1/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)
Foto: Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS (REUTERS/Jeenah Moon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wilayah Amerika Serikat (AS) tengah diterjang dua badai musim dingin dahsyat. Fenomena cuaca ekstrem ini telah memicu suhu dingin yang membekukan, pemadaman listrik massal, hingga tumpukan es yang sangat berbahaya dari wilayah Texas hingga Carolina.

Bahkan hingga Minggu waktu setempat, jumlah korban tewas dilaporkan terus meroket hingga mencapai sedikitnya 88 jiwa. Angka ini meningkat dari laporan sebelumnya sebanyak 85 kematian.

Sebaran kematian akibat cuaca ekstrem ini kini mencakup lima wilayah. Mulai dari Kentucky, Mississippi, Tennessee, Louisiana, Texas, hingga New York City.

Badai pertama tercatat menyapu wilayah Timur Laut AS pada periode 24 hingga 26 Januari lalu. Tak berselang lama, badai kedua membawa salju lebat ke sebagian wilayah Selatan pada Sabtu kemarin.

Para peramal cuaca pun telah mengeluarkan peringatan serius mengenai adanya gelombang "Arctic Blast" atau ledakan udara kutub yang akan kembali mencengkeram wilayah Timur AS dalam beberapa hari ke depan. Kombinasi antara hantaman badai salju di Timur Laut dan diikuti hujan salju serta es di wilayah Selatan menciptakan situasi yang sangat mematikan.

Menurut pejabat kesehatan publik setempat mayoritas kematian disebabkan oleh hipotermia, dugaan keracunan karbon monoksida, serta kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang licin. Risiko ini semakin meningkat seiring dengan pemadaman listrik yang berkepanjangan dan suhu dingin yang terus bertahan sepanjang akhir pekan.

Wilayah dengan Kematian Terbanyak

Mississippi merupakan wilayah dengan fasilitas terbanyak. Gubernur Tate Reeves, memberikan mencatat total 23 kematian.

"Tragisnya, dua kematian tambahan telah dilaporkan di Panola County. Hal ini membawa jumlah total korban jiwa menjadi 23 orang," ujarnya dalam unggahannya di platform X dikutip Newsweek, Senin (2/2/2026).

"Mohon doa bagi keluarga dan teman-teman dari mereka yang telah tiada," tulis Reeves.

Kentucky menduduki posisi kedua, di mana kemarin, Gubernur Andy Beshear mengonfirmasi kematian seorang pria berusia 66 tahun di Daviess County. Kini total korban di negara bagian tersebut mencapai 15 jiwa. 

"Kentucky, kami terus membutuhkan doa kalian, karena jumlah korban jiwa kami kini telah meningkat menjadi 15 orang," kata Beshear.

"Mari kita rangkul keluarga-keluarga ini selama masa sulit ini," tambahnya.

Sementara itu, di pusat kota New York, situasi tidak kalah mencekam di mana Balai Kota New York melaporkan bahwa setidaknya 13 orang meninggal dunia akibat paparan cuaca dingin yang mengancam nyawa. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa belasan kematian tersebut merupakan kematian yang terjadi di luar ruangan sejak badai salju dimulai.

Di wilayah Selatan lainnya, South Carolina juga melaporkan tambahan dua kematian baru. Sehingga total korban terkait cuaca di wilayah tersebut mencapai enam orang.

Beri Peringatan 

Sementara itu, Badan Cuaca Nasional (NWS) memperingatkan bahwa ancaman belum berakhir. Gelombang udara Arktik diprediksi akan memperburuk suhu dingin yang menusuk tulang di separuh wilayah Timur AS.

Selain ancaman salju tebal dan angin kencang di pegunungan Appalachian hingga Virginia, terdapat pula potensi banjir pesisir dan angin berkekuatan badai di sepanjang Pantai Timur. Perubahan iklim disebut sebagai salah satu sebab malapetaka ini.

(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 1.000 Orang Terjebak di Gunung Everest, Ini Penyebabnya


Most Popular
Features