OJK Siapkan 8 Jurus Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal RI

cnbc indonesia,  CNBC Indonesia
01 February 2026 19:59

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan mengumumkan 8 aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.

Langkah reformasi struktural tersebut dilakukan guna menata ulang dan mengembalikan integritas pasar modal.

Dalam dialog bersama pelaku pasar modal, di Ballroom Bursa Efek indonesia, Minggu (1/2), Friderica Widyasari Dewi, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK memaparkan 8 rencana aksi strategis, antara lain:

1. Kebijakan free float
OJK akan menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15% sesuai standar global, berlaku bagi IPO baru dengan masa transisi bagi emiten eksisting.

2. Transparansi ultimate beneficial ownership (UBO)
Penguatan keterbukaan UBO dan afiliasi pemegang saham untuk meningkatkan kredibilitas serta daya tarik investasi pasar modal.

3. Penguatan data kepemilikan saham
KSEI diperintahkan memperdalam data kepemilikan saham secara lebih granular dan andal, termasuk klasifikasi tipe investor sesuai praktik global.

4. Demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI)
Demutualisasi didorong untuk memperkuat tata kelola dan memitigasi benturan kepentingan, dengan koordinasi intensif antara OJK dan pemerintah.

5. Penegakan peraturan dan sanksi
OJK memperkuat enforcement secara tegas dan berkelanjutan terhadap pelanggaran, termasuk manipulasi transaksi dan penyampaian informasi menyesatkan.

6. Penguatan tata kelola emiten
Direksi, komisaris, dan komite audit diwajibkan mengikuti pendidikan berkelanjutan, serta penyusun laporan keuangan emiten harus memiliki sertifikasi akuntan.

7. Pendalaman pasar terintegrasi Inisiatif pendalaman pasar dipercepat dari sisi demand, supply, dan infrastruktur secara terintegrasi lintas pemangku kepentingan.

8. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan
Sinergi dengan pemerintah, SRO, pelaku industri, dan pihak terkait terus diperkuat untuk memastikan reformasi struktural berjalan berkesinambungan.