MARKET DATA

Bos Bappenas Bongkar Data: MBG Diam-Diam Sudah Serap 1,4 Juta Pekerja

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
31 January 2026 16:27
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy kegiatan Syukuran dan Peluncuran Buku Partisipasi Indonesia dalam Expo 2025 Osaka di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (17/12/2025). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)
Foto: Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy kegiatan Syukuran dan Peluncuran Buku Partisipasi Indonesia dalam Expo 2025 Osaka di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (17/12/2025). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengungkap dampak instan dari program unggulan Pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak main-main, program ini diklaim telah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menyerap jutaan tenaga kerja dalam waktu singkat.

Dalam forum Prasasti Economic Forum 2026, Kamis (29/1/2026), Rachmat menegaskan bahwa MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan, melainkan strategi "Ikan dan Kail" untuk menghidupkan industrialisasi di pedesaan.

"MBG penting, lapangan kerja penting. Program ini bukan sekadar memberikan 'ikan' ke penerima manfaat, melainkan juga memberikan 'kail' untuk memutar roda perekonomian," tegas Rachmat.

Program MBG dirancang secara menyeluruh untuk menciptakan multiplier effect yang nyata pada perekonomian lokal dan mempercepat proses industrialisasi pangan di pedesaan. Melalui penyerapan produk desa dan dorongan hilirisasi yang memenuhi standar mutu, program ini berhasil mengintegrasikan potensi daerah ke dalam rantai pasok modern.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)Foto: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)

Hingga akhir Januari 2026, tercatat lebih dari 60 juta penerima manfaat telah terlayani melalui 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Kehadiran SPPG ini juga menekan angka pengangguran dengan menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja, sekaligus mendongkrak produktivitas sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan lokal sebagai penyedia bahan baku utama.

Rachmat juga memberikan perspektif baru mengenai definisi pembangunan. Ia meminta publik tidak hanya melihat infrastruktur sebagai bangunan fisik semata.

"Ketika kita berbicara tentang infrastruktur, mohon tidak dibatasi hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup infrastruktur sosial. Mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita," pungkasnya.

Program ini kini menjadi tumpuan pemerintah dalam mengejar dua target sekaligus yakni peningkatan kualitas SDM (Trisula Pembangunan) dan percepatan ekonomi berkelanjutan yang dimulai dari akar rumput.

(tps/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article MBG Habiskan Rp 13,2 T per Agustus 2025, Total Penerima 20 Juta Orang


Most Popular
Features