MARKET DATA

Kantor 'Hantu' di Jakarta Masih Banyak, Lokasinya di Sini

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
31 January 2026 18:45
Gedung Perkantoran Disewakan Daerah Mampang. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Gedung Perkantoran Disewakan Daerah Mampang. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gedung-gedung perkantoran di jantung Jakarta terlihat menjulang megah, tapi tak semuanya terisi penuh. Di balik gemerlap CBD, ternyata masih banyak ruang kantor menganggur. Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat menyebut pertumbuhan di sektor perkantoran masih berlangsung, meski dengan tempo berbeda.

Fenomena ini jadi sorotan karena menggambarkan perubahan besar dalam cara perusahaan memanfaatkan ruang kerja pascapandemi. Pasar perkantoran memang belum runtuh, namun ritmenya tak lagi seagresif satu dekade lalu. Optimisme tetap ada, tetapi ekspektasinya kini lebih realistis.

"Memang masih akan growing, tapi nggak dalam fase seperti tahun 2011-2014, itu keterisian kita sampai 98%. Kalau sekarang kan hari ini nih ada di 77%. Memang terus growing, tapi tidak sepenuhnya sama seperti kondisi sebelum pandemi," katanya kepada CNBC Indonesia, Sabtu (31/1/2026).

Di balik angka keterisian itu, tersimpan persoalan yang lebih besar. Bukan hanya soal persentase, tapi volume ruang yang benar-benar tak terpakai. Inilah yang membuat istilah perkantoran 'hantu' mulai ramai dibicarakan. Syarifah mengungkapkan besarnya ruang kantor yang masih menganggur saat ini.

"Dan saya perlu meng-highlight, kita masih punya 1,5 juta square meter ruang kantor yang kosong. Jadi itu adalah highlight secara agregat square meter-nya ada di angka 1,5 juta square meter," kata Syarifah.

Gedung Perkantoran Disewakan Daerah Mampang. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Gedung Perkantoran Disewakan Daerah Mampang. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Gedung Perkantoran Disewakan Daerah Mampang. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Kondisi ini belum akan mereda dalam waktu dekat. Pasalnya, suplai baru masih terus bertambah, utamanya stok ruang kantor di CBD Jakarta. Artinya, tantangan bukan hanya mengisi yang kosong, tapi juga menyerap tambahan yang akan datang.

"Overall sampai dua tahun ke depan kita masih akan dapat ketambahan 191.000 square meter. Dalam arti overall jika tidak ada perubahan ya, 2028 kita akan punya sekitar 7,5 juta square meter office di CBD Jakarta," ujar Syarifah.

Perubahan pola kerja perusahaan menjadi salah satu biang keladi. Banyak korporasi kini lebih efisien dalam memanfaatkan ruang, bahkan memangkas luas kantor secara drastis. Strategi ini membuat permintaan tidak otomatis naik meski ekonomi bergerak.

"Memang Itu terjadi dimana perusahaan mengurangi luas kantor sewanya, ada yang semula sewa 2 kantor jadi 1 kantor bahkan hilang sama sekali," katanya.

Meski demikian, bukan berarti pasar sepenuhnya suram. Ada sektor-sektor baru yang justru menjadi penopang di tengah lesunya permintaan tradisional. Kehadiran pemain baru ini memberi harapan akan terbentuknya pola permintaan yang berbeda di era pascapandemi.

"Tapi kalau kita lihat kayak perusahaan EV, energy, itu sektor-sektor yang as a game changers in the new era ya, dia juga masuk ke office space saat ini, terutama yang kayak IT based juga masuk, termasuk kaya mining," sebut Syarifah.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video:Hunian Rp1-2,5 M Jadi Primadona di Tengah Pasar Properti Bangkit


Most Popular
Features