MARKET DATA

Membangun Ekosistem Emas di 2026 demi Target Ekonomi 8%

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
29 January 2026 16:30
Gold Outlook 2026
Foto: dok Gold Outlook 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejarah mencatat bagaimana emas berdiri kokoh sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) pilihan yang tak lekang oleh waktu, terutama di tengah ketidakpastian. Penguatan harga emas pun menjadi bukti di tengah instrumen ini tetap diminati dari masa ke masa.

Refleksi perjalanan harga emas dalam dua tahun terakhir menunjukkan momentum yang luar biasa. Sejak awal 2024 hingga sepanjang 2025, tren penguatan konsisten membawa emas menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Tim Riset CNBC Indonesia mencatat, harga emas mencetak rekor 50 kali sepanjang 2025.

Harga emas pada 2025 ditutup di posisi US$ 4.310,19 per troy ons atau jatuh 0,83% pada Rabu (31/12/2025). Meski turun pada akhir 2025, harga emas tetap menutup 2025 di level US$ 4.300 per troy ons. Ini adalah level yang tidak terbayangkan sebelumnya di mana emas mengawali 2025 di level US$ 2.600 per troy ons.

Tahun ini, adanya invasi Amerika Serikat ke Venezuela, diperkirakan membuat harga logam mulia emas akan semakin melonjak. Hal ini membuat masyarakat pun 'berburu' emas sebagai salah satu instrumen pilihan.

Apalagi di tahun Kuda Api ini diperkirakan masih ada berbagai tantangan dan ketidakpastian, sehingga dibutuhkan rasa aman dari aset safe haven. Meski demikian, tetap diperlukan pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko, ketepatan momentum pembelian (market timing), serta pemilihan produk yang tepat menjadi faktor pembeda antara spekulasi yang berbahaya dan investasi yang cerdas.

Untuk membedah peluang emas dan ekosistemnya di tanah air, CNBC Indonesia menyelenggarakan Gold Outlook 2026 dengan tema "Membangun Ekosistem Emas Nasional untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 8%" pada Jumat, 30 Januari 2026. Dengan mempertemukan regulator, pelaku industri terkemuka, hingga analis dan investor, forum diskusi ini membedah lebih dalam terkait masa depan emas dan ekosistemnya di tanah air, serta bagaimana kontribusinya pada perekonomian.

Gold Outlook 2026 juga akan mengulas proyeksi pasar emas pada tahun ini dari berbagai sisi, baik dari sisi pasokan dan permintaan pasar yang berujung pada proyeksi harga emas sepanjang 2026, maupun dari sisi kebijakan dalam negeri dan dinamika kondisi geopolitik dunia yang mempengaruhi komoditas ini.

Acara ini disiarkan secara langsung di CNBC Indonesia TV, Website CNBC Indonesia, Social Media CNBC Indonesia (Youtube, Tiktok, dan Instagram CNBC Indonesia)

Gold Outlook 2026 didukung PT Pegadaian, ANTAM, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Emas Fisik & Digital Punya Karakteristik Berbeda, Lebih Unggul Mana?


Most Popular
Features