MARKET DATA
Internasional

2 Negara Arab Siap Bantu AS Serang Iran, Timur Tengah Ketar-Ketir

tfa,  CNBC Indonesia
26 January 2026 17:00
Bendera Iran. (AP Photo/Florian Schroetter/File Foto)
Foto: Iran (AP/Florian Schroetter/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan media Israel menyebut Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA) akan memberikan dukungan kepada Amerika Serikat (AS) jika Washington melancarkan serangan terhadap Iran. Dukungan tersebut mencakup intelijen, logistik, hingga pertahanan rudal.

Harian Israel Hayom melaporkan pada Minggu bahwa Yordania, UEA, dan Inggris siap membantu militer AS dalam skenario serangan ke Iran. Selain intelijen dan data operasional, ada kemungkinan negara-negara itu setuju mencegat rudal dan drone Iran jika terjadi serangan balasan.

"Tokoh-tokoh senior dalam pemerintahan Donald Trump mendorong apa yang mereka sebut sebagai serangan kuat terhadap Iran, yang dipandang sebagai langkah strategis mendasar," tulis Israel Hayom dalam laporannya, seperti dikutip Middle East Eye, Senin (26/1/2026).

Menurut laporan tersebut, operasi pertahanan ini bertujuan melindungi Israel. Ini juga untuk mengamankan pangkalan militer AS di Timur Tengah serta infrastruktur energi utama di kawasan Teluk.



Sementara itu khusus Inggris, beberapa menyebut tingkat keterlibatan London masih belum jelas. Keraguan soal peran Inggris muncul di tengah pernyataan Trump sebelumnya yang meremehkan kontribusi sekutu dalam mendukung pasukan AS selama perang di Afghanistan.

Laporan ini terbit bertepatan dengan kunjungan Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, ke Israel pada Sabtu untuk bertemu pejabat keamanan senior Israel. Seorang sumber keamanan Israel mengatakan hubungan militer kedua negara kini berada pada titik paling erat.

"Kedua militer belum pernah sedekat ini, dengan rencana berbagi intelijen, dukungan logistik, dan sistem pertahanan udara untuk menghadapi ancaman yang dipersepsikan dari Iran," ujar sumber tersebut.

Timur Tengah Ketar-Ketir

Meski demikian, kekhawatiran muncul dari sejumlah negara Teluk. Seorang diplomat Arab dan pejabat Teluk menyebut adanya kecemasan bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran berpotensi menyeret negara-negara kawasan ke dalam konflik terbuka.

"Negara-negara Teluk menentang serangan AS karena khawatir akan terjebak dalam baku tembak," kata salah satu sumber.

Arab Saudi, Oman, dan Qatar disebut memimpin upaya diplomatik untuk mencegah AS melancarkan serangan baru ke Iran. Sementara itu, posisi UEA dinilai masih abu-abu, dengan sinyal beragam dari para pejabat maupun pengamat kawasan.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Negara Arab Beli Lahan di Israel, Bikin Kedutaan & Kerjasama


Most Popular
Features