Obama-Clinton Respons Imigrasi Trump 'Bunuh' Warga, Serukan Ini ke AS
Jakarta, CNBC Indonesia- Mantan presiden Barack Obama dan Bill Clinton mengeluarkan seruan tegas ke rakyat Amerika Serikat (AS), Minggu. Mereka meminta agar Paman Sam berdiri tegak dan membela nilai-nilai luhur negeri itu.
Hal ini dilakukan setelah pembunuhan dilakukan agen imigrasi federal AS (ICE) ke Alex Pretti, seorang perawat ICU berusia 37 tahun, di Minneapolis, Minnesota. Ia ditembak saat terlibat perkelahian dengan ICE Sabtu.
Kejadian tersebut merupakan kedua kalinya di kota itu, di mana seorang warga AS ditembak oleh agen imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump. Tiga minggu sebelumnya, seorang petugas imigrasi juga menembak Renee Good, pun berusia 37 tahun, dan membunuhnya di dalam mobilnya di kota yang sama.
Barack dan Michelle Obama mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penembakan Pretti harus menjadi peringatan. "Bahwa nilai-nilai inti AS semakin diserang," dikutip AFP, Senin (26/1/2026).
Beberapa jam kemudian Bill Clinton pun menyampaikan kecaman keras terhadap pemerintahan saat ini. Ia mengatakan bahwa yang menentang aksi ICE "telah ditangkap, dipukuli, disemprot gas air mata di mana yang paling menyakitkan, dalam kasus Renee Good dan Alex Pretti, ditembak dan dibunuh".
"Semua ini tidak dapat diterima," kata Clinton dalam sebuah pernyataan saat ia mendesak warga Amerika untuk "berdiri, bersuara".
"Jika kita menyerahkan kebebasan kita setelah 250 tahun, kita mungkin tidak akan pernah mendapatkannya kembali," tambahnya.
Pemerintahan Trump telah menghadapi tekanan yang semakin intensif atas penindakan imigrasi massalnya. Para pejabat pemerintahan dengan cepat mengklaim Pretti bermaksud untuk melukai agen federal dengan menodongkan senjata.
Namun video yang dibagikan secara luas di media sosial dan diverifikasi oleh media AS menunjukkan Pretti tidak pernah mengeluarkan senjata serta agenlah yang menembak beberapa detik, setelah wajahnya disemprot dengan zat iritan kimia dan dilempar ke tanah. Trump sendiri secara provokatif menghubungkan kematian tersebut dengan para pejabat terpilih dari partai oposisi Republik, Demokrat di Minnesota.
"Tragisnya, dua warga negara Amerika telah kehilangan nyawa mereka sebagai akibat dari kekacauan yang ditimbulkan oleh Demokrat ini," klaim Trump.
Sementara itu, para pemimpin bisnis dari 60 perusahaan yang berkantor pusat di Minnesota, menandatangani surat terbuka yang "menyerukan de-eskalasi ketegangan segera" dan agar pihak berwenang bekerja sama. Mereka termasuk pengecer Target, raksasa makanan General Mills, dan beberapa waralaba olahraga profesional AS.
(sef/sef)[Gambas:Video CNBC]