MARKET DATA

RI Bersiap Bebas Impor Solar, Bensin Pertamax Cs Hingga Avtur di 2027

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
22 January 2026 15:05
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perlahan tapi pasti! Indonesia akan terbebas dari impor produk Bahan Bakar Minyak (BBM). Khususnya untuk BBM jenis solar, bensin dengan RON 92, 95 dan 98 hingga bahan bakar pesawat terbang atau avtur.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjabarkan, untuk yang paling dekat atau tahun ini. Pemerintah sedang mensiasati supaya bisa terlepas dari impor solar. Setidaknya, di tahun 2025 dengan mandatory biodiesel 40% atau B40 dan juga beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDM) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero), Indonesia berhasil surplus solar hingga 1,4 juta Kilo Liter (KL).

"Maka 2026 kita tidak lagi, saya ulangi, kita tidak lagi melakukan impor solar. Namun kalau solar C51 sekarang kita lagi mendesain mesinnya itu nanti di semester ke-2 baru tidak melakukan impor jadi semester 1 tetap C51 tetap kita impor tapi volumenya tidak banyak," ungkap Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR, Kamis (22/1/2026).


Selanjutnya, sekarang pihaknya sedang merancang rencana untuk menyetop kegiatan impor BBM khususnya jenis BBM Non Subsidi seperti RON 92, 95 hingga 98.

"Untuk 2026 ini juga telah kita merancang untuk 2027 tidak lagi kita melakukan impor bensin yang RON 92, 95, 98. Nah ini kita akan selesaikan nanti di akhir 2027 supaya apa? kita tidak lagi terlalu banyak mengimpor produk tapi nanti yang kita depan adalah kita impor adalah crude nya," terangnya.

Tak cuma Solar dan BBM bensin, pemerintah juga berusaha menekan impor bahan bakar pesawat atau avtur.

"Sekarang kami dengan Pertamina bekerja keras agar kelebihan solar yang 1,4 juta KL dikonversi menjadi bahan baku dalam membangun avtur, agar 2027 betul-betul kita sudah tidak melakukan impor avtur, solar C51, kemudian bensin yang RON 92, 95, 98 jadi tinggal kita impor itu yang RON 90 saja yang untuk subsidi itu untuk BBM," tegas Bahlil.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Bentuk Badan Industri Mineral, Begini Tanggapan Bahlil


Most Popular
Features