MARKET DATA
Internasional

AS Pasang Rudal Typhon di Jepang, Ini Reaksi Rusia

tfa,  CNBC Indonesia
22 January 2026 06:15
Rudal typhon. (2024 Planet Labs Inc./Handout via REUTERS/ File Photo)
Foto: Rudal typhon. (2024 Planet Labs Inc./Handout via REUTERS/ File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dilaporkan memasang sistem rudal Typhon di Jepang, memicu kekhawatiran Rusia atas potensi peningkatan kehadiran militer Washington di kawasan Asia-Pasifik. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai langkah tersebut berisiko mengganggu stabilitas regional.

Lavrov mengatakan Moskow "sangat prihatin" karena sistem tersebut diyakini masih berada di Jepang, meski sebelumnya disebut hanya ditempatkan sementara untuk latihan militer. Ia juga menyoroti meningkatnya aktivitas militer di sekitar perbatasan Rusia, termasuk keterlibatan sekutu NATO dari luar kawasan.

"Kami diberitahu bahwa itu bersifat sementara untuk beberapa latihan militer. Namun menurut informasi kami, sistem ofensif ini, sistem Typhon yang dimaksudkan untuk meluncurkan rudal jelajah Tomahawk, masih berada di Jepang," ujar Lavrov kepada wartawan di Moskow, dikutip Newsweek, Kamis (22/1/2026).

"Jadi mungkin ini bukan hanya tentang latihan militer. Mungkin ini lebih tentang kehadiran permanen. Kami belum mendapat konfirmasi resmi bahwa sistem ini telah ditarik, sehingga kami tetap sangat khawatir," lanjutnya.

Sistem Typhon pertama kali dikerahkan AS ke salah satu pangkalan militernya di Jepang pada Agustus lalu, sebagai bagian dari upaya memperkuat postur militer AS di kawasan Asia-Pasifik. Senjata berbasis darat ini mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk serta Standard Missile-6 (SM-6).

Typhon diketahui ditempatkan di Pangkalan Korps Marinir AS di Iwakuni, Jepang barat daya, untuk latihan perang bilateral AS-Jepang bertajuk Resolute Dragon 25 yang digelar pada September.

Rudal Tomahawk memiliki jangkauan sekitar 1.000 mil, memungkinkan serangan ke wilayah China, Rusia, hingga Korea Utara dari Jepang. Sementara SM-6 memiliki jangkauan sekitar 290 mil dan dapat digunakan untuk operasi anti-udara, anti-permukaan, serta pertahanan rudal balistik.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan bahwa AS sedang bersiap menarik sistem Typhon dan penempatannya "tidak dimaksudkan sebagai penempatan permanen." Kementerian Luar Negeri Jepang juga menegaskan sistem tersebut tidak ditujukan kepada negara tertentu.

Namun, Rusia menilai pengerahan itu bagian dari tren "militerisasi" Jepang, seiring meningkatnya latihan dan aktivitas militer bersama sekutu Barat di kawasan. NATO sendiri memandang Asia-Pasifik sebagai kawasan yang berkaitan langsung dengan keamanan transatlantik, terutama karena semakin eratnya kemitraan strategis China dan Rusia.

(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Awas Perang Asia, AS Pamer Rudal Ini di Jepang


Most Popular
Features