Anggota Brimob Aceh Pilih Jadi Tentara Rusia, Ternyata Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang anggota Brimob Polda Aceh bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia. Polisi bernama Muhammad Rio diduga bergabung karena mendapatkan bayaran yang besar.
Informasi bergabungnya Rio dengan tentara Rusia itu dia ceritakan sendiri lewat pesan yang dikirimkan kepada beberapa anggota Polda Aceh. Hal ini diungkap oleh Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisari Besar Joko Krisdiyanto.
Dalam pesan tersebut, Rio mengirimkan dokumentasi foto dan video hingga menggambarkan proses pendaftaran.
"Isi pesan WhatsApp tersebut berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah," kata Joko Krisdiyanto dalam keterangannya, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (18/1/2026).
Rio diketahui tidak hadir dalam dinas yang membuat pihak provos Polda Aceh melakukan pencarian. Namun dua kali panggilan tak juga digubris.
Pihak provos telah melaporkan Rio ke Bidpropam Polda Aceh. Rio juga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Sidang KKEP yang dilaksanakan pada 8-9 Januari 2026 lalu memutuskan Rio bersalah. Dia diputuskan diberhentikan dengan tidak hormat.
Sebelum masalah ini, Rio telah melakukan beberapa kali pelanggaran kode etik. Mulai dari kasus perselingkuhan dan menikah siri.
Salah satu kasus diputus melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025. Dia dikenakan sanksi berupa mutasi demosi selama dua tahun dan penempatan di Yanma Brimob.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]