MARKET DATA

Singapura Serius Soal Nuklir, Orang Pintar Mulai Dikumpulkan

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
16 January 2026 20:15
Singapore's national flags are seen on the rooftop of Marina Barrage ahead of the upcoming national day, in Singapore on July 26, 2021. (Photo by ROSLAN RAHMAN / AFP)
Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN

Jakarta, CNBC Indonesia-Singapura mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat riset seiring kajian penggunaan energi nuklir sebagai sumber listrik di masa depan.

Walaupun belum memiliki jadwal resmi otoritas menegaskan faktor keselamatan dan kepercayaan publik menjadi syarat utama.

Mengutip Channelnewsasia, Deputi Direktur Energy Market Authority's (EMA) Nuclear Energy Office, Chia Meng Hwee menjelaskan nuklir merupakan isu sensitif. Pasalnya, keberhasilan atau kegagalan penerapannya di kawasan akan sangat mempengaruhi persepsi publik di Singapura.

"Keberhasilan penerapan energi nuklir di kawasan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap teknologi itu sendiri. Sebaliknya, jika terjadi kemunduran dalam hal penerapan, hal ini juga dapat berdampak negatif pada persepsi lokal dan regional terhadap teknologi ini," ujar Chia dikutip Jumat (16/1/2026).

Singapura akan terus melibatkan publik untuk memperdalam pemahaman tentang tantangan energinya dan fakta-fakta seputar tenaga nuklir, kata regulator energi nasional.

Sekitar 95% listrik Singapura dihasilkan dari gas alam - ketergantungan yang besar ini membuat negara tersebut rentan terhadap fluktuasi harga global dan guncangan rantai pasokan.

Dengan meningkatnya permintaan energi, lahan yang terbatas, dan tekanan iklim yang semakin besar, para pengamat mengatakan bahwa dorongan untuk alternatif yang lebih bersih dan lebih andal telah meningkat.

Namun, solusi konvensional tidak selalu sesuai dengan keterbatasan Singapura, kata mereka, menambahkan bahwa negara tersebut harus berpikir lebih kecil dan lebih cerdas.

Institut Penelitian dan Keselamatan Nuklir Singapura, yang menyatukan keahlian dalam teknologi dan keselamatan nuklir, dan membantu membangun kumpulan spesialis untuk mendukung kebutuhan terkait nuklir - mengatakan negara tersebut harus segera mengadopsi reaktor baru setelah diuji secara memadai.

Direktur institut tersebut, Profesor Madya Chung Keng Yeow, mengatakan semua pekerjaan persiapan, terutama untuk institut, membangun sumber daya manusia, mengirim orang-orang dengan beasiswa ke luar negeri.

"Sehingga kita mulai membangun setidaknya beberapa keahlian manusia di bidang ini sudah menunjukkan semacam permulaan," ujarnya.

(mij/mij)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Tuding Ada Antek Asing Tak Suka Indonesia Maju


Most Popular
Features