MARKET DATA

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
16 January 2026 15:50
Tentara Israel mengambil posisi dalam serangan di Jenin, Tepi Barat yang diduduki Israel, 27 November 2025. (REUTERS/Mohamad Torokman)
Foto: Tentara Israel mengambil posisi dalam serangan di Jenin, Tepi Barat yang diduduki Israel, 27 November 2025. (REUTERS/Mohamad Torokman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel sedang bergulat dengan lonjakan tinggi kasus gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan bunuh diri di kalangan pasukan militernya, dua tahun setelah serangan di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Pasukan Israel telah membunuh lebih dari 71.000 warga Palestina di Gaza dan 4.400 di Lebanon selatan, menurut pejabat Gaza dan Lebanon. Sementara, Israel mengatakan lebih dari 1.100 anggota militer tewas sejak 7 Oktober.

Mengutip Reuters, laporan terbaru dari Kementerian Pertahanan dan penyedia layanan kesehatan mengungkap bahwa kasus PTSD di kalangan tentara melonjak drastis sebesar 40% sejak 2023. Kementerian Pertahanan Israel memperkirakan angka tersebut akan meningkat menjadi 180% pada 2028. Dari 22.300 pasukan atau personel yang dirawat karena luka perang, 60% menderita pasca-trauma, kata kementerian tersebut.

Menghadapi masalah tersebut, Israel menambah anggaran layanan kesehatan yang diberikan kepada mereka yang menghadapi masalah kesehatan mental, serta peningkatan sekitar 50% dalam penggunaan pengobatan alternatif.

Penyedia layanan kesehatan terbesar kedua di Israel, Maccabi, mengatakan dalam laporan tahunannya pada 2025 bahwa 39% personel militer Israel yang berada di bawah perawatannya mencari bantuan untuk kesehatan mental, sementara 26% menyuarakan kekhawatiran tentang depresi.

Beberapa organisasi Israel seperti LSM HaGal Sheli, yang menggunakan selancar sebagai teknik terapi, telah menerima ratusan tentara dan pasukan cadangan yang menderita PTSD. Beberapa mantan tentara memiliki anjing terapi.

Komite parlemen Israel menemukan pada Oktober bahwa 279 tentara telah mencoba bunuh diri dalam periode Januari 2024 hingga Juli 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan tajam dari tahun-tahun sebelumnya. Laporan tersebut menemukan bahwa tentara tempur mencakup 78% dari semua kasus bunuh diri di Israel pada 2024.

Risiko bunuh diri atau melukai diri sendiri meningkat jika trauma tidak diobati, kata Ronen Sidi, psikolog klinis.

"Setelah 7 Oktober dan perang, lembaga kesehatan mental di Israel benar-benar kewalahan, dan banyak orang tidak mendapat terapi atau bahkan tidak memahami penderitaan yang mereka rasakan berkaitan dengan apa yang telah mereka alami."

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Resesi Seks Minggir, Data Terbaru Tunjukan Banyak Warga AS Depresi


Most Popular
Features