Panas! China Protes Keras Filipina Gara-Gara Gambar Kartun Xi Jinping
Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan diplomatik antara China dan Filipina kembali berada di titik nadir. Bukan hanya karena sengketa wilayah di Laut China Selatan (LCS), tapi kini juga merembet ke ranah sensitif bagi Beijing, yakni penghinaan terhadap simbol negara dan pemimpin tertinggi mereka, Presiden Xi Jinping.
Terbaru, Kedutaan Besar China di Manila pada hari Jumat (16/1/2026) mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan protes diplomatik terhadap juru bicara Penjaga Pantai Filipina atas unggahan media sosial yang menyertakan gambar kartun Presiden Xi Jinping.
Mengutip AFP, juru bicara Penjaga Pantai Filipina Jay Tarriela dan seorang pejabat kedutaan telah saling melontarkan sindiran sejak pekan lalu mengenai isu-isu yang berkaitan dengan sengketa Laut China Selatan.
Jalur air penting ini, yang diklaim Beijing sebagai hak historisnya meskipun ada putusan internasional yang menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum, telah menjadi lokasi bentrokan berulang antara kapal-kapal China dan Filipina.
Sebelumnya, Tarriela mengunggah gambar kartun Presiden China Xi Jinping di Facebook. Tarriela terlihat sedang berpidato, dengan latar belakang yang menampilkan kompilasi gambar-gambar lucu Xi di bawah judul "Mengapa China tetap menjadi pengganggu?"
Pada hari Jumat (16/1/2026), Kedutaan Besar China mengecam unggahan tersebut karena menyerang dan mencemarkan nama baik para pemimpin China dalam sebuah pernyataan yang dirilisnya.
"Langkah tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap martabat politik China. Serta menjadi provokasi politik yang terang-terangan, yang telah melewati batas," kata kedutaan.
Kedutaan Besar China menyatakan kemarahan yang kuat kepada istana kepresidenan, departemen luar negeri, dan penjaga pantai, menuntut penjelasan atas provokasi jahat Tarriela.
Sebagai tanggapan, Tarriela menyebut protes tersebut sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari isu inti, yakni tindakan agresif dan ilegal China yang berulang kali di Laut Filipina Barat, dengan menggunakan istilah Filipina untuk perairan yang terletak tepat di sebelah barat negara itu.
"Jika Kedutaan Besar China keberatan dengan gambar atau ekspresi yang menyoroti pelanggaran ini seringkali melalui wacana publik yang sah atau bahkan satire maka itu hanya menggarisbawahi ketidaknyamanan dengan kebenaran yang terungkap," kata Tarriela.
Sementara itu, Istana Kepresidenan Filipina dan Departemen Luar Negeri Filipina belum memberikan tanggapan terhadap dinamika tersebut.
(miq/miq)[Gambas:Video CNBC]